Lombok Post
Metropolis

Khalid: Kami Hanya Jalankan Keputusan

brt
ISTIRAHAT: Seorang petugas penyapu jalanan beristirahat di halte BRT Kebon Roek, Kamis (27/10). Dalam waktu dekat halte itu segera dioperasikan, seiring pemanfaatan bus yang sudah siap sejak lama.

MATARAM – Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) H Khalid menegaskan, Bus Rapid Transit (BRT), siap dioperasikan November ini, berkat upaya semua pihak. Antara lain pemerintah Provinsi, Perum Damri termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram.

Ia mengatakan, pemkot tidak ada kewenangan mempercepat atau memperlambat pengoperasian BRT. Karena itu, BRT beroperasi November ini adalah hasil kesepakatan dan koordinasi bersama.

a�?Kalau kami sih ingin secepatnya (bahkan sejak BRT sampai) tapi itu kan kewenangan pemerintah provinsi dan Damri,a�? kata Khalid.

Jika ia pernah menyampaikan BRT diupayakan April lalu, itu hanya sebatas harapan. Namun kini, ia mengatakan, patut disyukuri, tim bekerja cepat. Bulan November mendatang, masyarakat terutama anak sekolah sudah bisa menikmati layanan angkutan massal.

a�?Jadi tidak benar saya pernah (sampaikan) janji sebelumnya. Kami hanya jalankan hasil rapat koordinasi, nanti saya dikira berbohong,a�? tegasnya.

Ia meminta semua pihak, bisa memahami posisi pemkot. Terutama ikut mengupayakan agar BRT, bisa segera beroperasi memenuhi kebutuhan transportasi warga. Salah satunya adalah menyiapkan shelter.

Sekarang, tercatat sudah tujuh shelter terbangun. Belum termasuk intervensi dari pemerintah provinsi dan satker. a�?Kalau kami tidak punya kewenangan, termasuk untuk menjanjikan kapan BRT beroperasi,a�? tandasnya.

General Manager (GM) Perum Damri, Cabang Mataram, Nursyamsu melalui pesan singkat membenarkan pengoperasian BRT November ini. Saat ini, proses penyiapan surat-surat pengoperasian kendaraan BRT tengah dikebut.

“Iya kita percepat (rencana awal Januari 2017), jadi November ini,a�? kata Nursyamsu.

Hanya saja, ia juga belum bisa memastikan persisnya tanggal berapa BRT November nanti mulai mengaspal. Namun ia berjanji jika berbagai persyaratatan untuk pengoperasionalan BRT siap, akan disampaikan pada publik. “Nanti kami sampaikan tanggal pastinya kalau sudah fix,a�? tandasnya.

Di sisi lain, rencana pengoperasian BRT memicu kekhawatiran ratusan sopir bemo. Mereka meminta adanya kompensasi atas kehadiran bus yang akan menggusur mata pencahariannya itu.

“Nanti kita mau diapakan, itu belum pernah dijelaskan pada kami,a�? kata Supran, seorang sopir bemo kuning tampak galau, kemarin.

Dia dan sejumlah rekannya mengatakan sudah mendengar kabar itu sejak lama. Namun belakangan rencana itu makin mendekati kenyataan. Menjadi persoalan lantaran hingga kini mereka tak pernah diajak duduk bersama membahas hal itu. a�?Kita dengar-dengar saja, tak pernah diajak ngomong langsung,a�? kata Saleh, sopir lainnya.

Ketua Organda Kota Mataram Sutarman Hadi mengatakan kegalauan 150 lebih sopir bemo kuning adalah sebuah kewajaran. Jika BRT jadi beroperasi, mereka otomatis tersisih. Apa lagi rencana awal ada subsidi untuk bus-bus tersebut, sehingga bisa digratiskan untuk anak sekolah. a�?Kalau ada yang gratis, orang tak akan mau lagi yang bayar,a�? ujarnya.

Solusi menjadikan bemo kuning sebagai feeder alias angkutan pengumpan menurutnya memang sebuah solusi yang bisa dicoba. Nantinya bemo bisa masuk ke rute-rute yang tak dilalui BRT, dan dikoneksikan ke halte-halte yang ada. Namun hal itu lanjutnya belum dibahas secara serius hingga kini.

Jika pun jadi diterapkan, ia mengatakan tetap harus ada kompensasi untuk para sopir. Mereka harus mendapat semacam subsidi agar tetap bisa bertahan di rute baru yang belum tentu ramai penumpang. Kompensasi berupa subsidi menurutnya bisa menjadi solusi agar tak timbul gejolak.

“Setiap hari mereka keluar biaya operasional ini dan itu, termasuk juga setoran Rp 50 ribu ke pemilik,a�? ujarnya menggambarkan pengeluaran harian para sopir.

Dia berharap pemerintah mampu menyelesaikan masalah itu sebelum akhirnya BRT diluncurkan. “Ajak mereka duduk bareng, beri penjelasan, jangan lupa kompensasi subsidi itu, insya Allah semua akan lancar, aman terkendali,a�? pungkasnya. (zad/yuk/r5)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost