Lombok Post
Metropolis

Panik, 50 Pelanggar Urus Izin

reklame
TURUN PAKSA: Sejumlah petugas menurunkan paksa papan reklame raksasa yang ada di simpang empat Gebang, utara RSUD Kota Mataram, Selasa (1/11).

MATARAM – Dalam sepekan erakhir, sedikitnya 50 pengusaha reklame mendatangi BPMP2T Kota Mataram. Mereka mengurus izin reklame miliknya yang sebelumnya sudah habis masa berlakunya, atau memang tak pernah memiliki izin sama sekali sebelumnya.

“Ini efek dari penertiban yang dilakukan sejak Kamis (20/10) lalu,a�? kata Kepala BPMP2T Kota Mataram Cokorda Sudira, kemarin.

Dia berkeyakinan, operasi penurunan paksa reklame-reklame liar mulai memberikan efek. Terlebih setelah melihat data 50 pengusaha yang datang, mereka umumnya para pelanggar yang kini mulai sadar dan mau mengikuti aturan. a�?Tugas kami ya menerima dan mengurus mereka,a�? ujarnya.

Cokorda menekankan, dalam memberikan izin, pihaknya mengacu pada sejumlah ketentuan. Salah satunya, mereka yang melanggar harus terlebih dulu menyelesaikan pelanggaran yang dibuat. Misalnya, ada penunggakan hingga dua tahun terhadap pajak iklan.

“Pajak tertunggak itu harus dilunasi dulu, baru izin selanjutnya diberikan,” jelasnya.

Selain menyadarkan sejumlah pelanggar, langkah tegas yang dilakukan tim gabungan tersebut juga meningkatkan kesadaran pengusaha lain. Sejumlah pengiklan besar bahkan ada yang datang ketika iklannya belum mati untuk memeriksa ulang.

“Intinya, kami melayani semua yang datang sesuai prosedur,” ungkap Cokorda.

Masih menurut Cokorda, pengurusan perizinan merupakan kewajiban setiap pengusaha. Pemerintah tak akan mempersulit mereka yang datang untuk mendapat izin sesuai aturan.

“Jadi tak ada alasan tak urus izin karena ribet,a�? tegasnya.

Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan operasi penurunan paksa reklame liar. Kadis Pertamanan H Kemal Islam mengatakan sejumlah titik terus disisir hingga jangka waktu yang belum ditentukan. a�?Yang jelas sampai semua pelanggaran habis,a�? ujarnya.

Sayangnya, ketika ditanya mengenai jumlah reklame yang sudah ditertibkan, Kemal mengatakan tak memegang data. “Datanya tidak saya bawa,” terangnya.

Sebelumnya, operasi sempat tersendat cuaca tak menentu dengan intensitas hujan yang cukup tinggi selama beberapa hari ini. Tim juga tak bisa bergerak cepat lantaran untuk menurunkan satu reklame, memerlukan waktu yang jauh lebih lama dari estimasi sebelumnya. a�?Kita jalan terus untuk tegakkan aturan, itu yang perlu dicatat,a�? pungkasnya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

Redaksi LombokPost

Rumah Belum Jadi, Tenda Kemasukan Air

Redaksi LombokPost

Pasca Gempa, BPS Belum Keluarkan Data Kemiskinan

Redaksi LombokPost

Kalau Lagi Mood, Lima Jam Bisa Selesai

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost