Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Perangi Investasi Bodong

DISKUSI: Satgas Waspada Investasi berdiskusi dengan Tim Satgas NTB dalam Rapat Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Provinsi NTB di Hotel Golden Palace

MATARAM -A� Pemerintah Provinsi NTB diharapkan ikut memerangi investasi bodong. Sebab investasi bodong sangat merugikan masyarakat dan dapat mengganggu perekonomian.

a�?Begitu besarnya potensi kerugian masyarakat terhadap investasi ilegal. Tahun 2011 saja, kalau tidak salah ada Rp 68 Triliun kerugian dari investasi ilegal,a�? kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan NTB Yusri kemarin (27/10).

OJK sebagai otoritas yang mengawasi layanan dan lembaga keuangan turut ambil bagian untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Caranya dengan mengedukasi dan memberikan sosialisasi ke masyarakat terutama di daerah agar tidak terpengaruh investasi ilegal.

Masyarakat diminta untuk bijak dalam memilih instrumen dan lembaga investasi. Walaupun sejauh ini diakuinya OJK belum pernah menangani kasus investasi ilegal di NTB.

a�?Indikasi investasi ilegal di daerah ini tetap ada, walau belum dalam jumlah yang masif. Jadi edukasi dan sosialisasi menjadi sarana efektif,a�? tuturnya.

Deputi Direktur Kebijakan Penyidikan OJK I Ketut Widiana menjelaskan, kebanyakan masyarakat tertipu karena kurangnya pengetahuan tentang investasi bodong. a�?Disinilah tugas pokok Satgas Waspada Investasi untuk merangkul masyarakat,a�? terangnya.

Stgas Waspada Investasi memiliki tugas menginventarisasi kasus-kasus dugaan investasi ilegal yang mempunyai potensi merugikan masyarakat. Selanjutnya menganalisis kasus-kasus dugaan investasi ilegal, serta mengidentifikasi instansi yang berwenang untuk menangani dugaan investasi ilegal tersebut. Selain itu menghentikan maraknya kasus-kasus dugaan investasi ilegal, emberikan edukasi dan sosialisasi, serta meningkatkan koordinasi.

a�?Tugas selanjutnya melakukan pemeriksaan secara bersama terkait dengan dugaan pelanggaran yang terjadi di masyarakat dan melakukan tindak lanjut untuk menghentikan tindakan melawan hukum tersebut,a�? ujarnya.

Dir Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya menerangkan, setiap tahun pihaknya menangani kasus investasi bodong. Tahun 2015 jumlah kasus investasi bodong, ada dua kasus, tapi dengan kerugian mencapai Rp 289 Miliar. a�?Hingga Agustus 2016 ada enam kasus dan masih dalam proses sidik,a�? jelasnya.

Ia menjelaskan, perkembangan kejahatan investasi terus alami peningkatan. Bahkan pelakunya saat ini sudah berani mengatasnamakan badan hukum, dan melibatkan masyarakat dalam aktifitasnya. Termasuk menggunakan sarana IT.

Investasi bodong ini harus segera ditangani karena korbannya semakin meluas. Ada juga kerugian meteril yang besar termasuk juga gangguan kamtibmas. a�?Yang pasti merugikan perekonomian,a�? tuturnya.

Agung menerangkan beberapa hambatan penanganan investasi ilegal. A�Di antaranya belum ada laporan masyarakat, sulit mengaudit prospect perusahaan, jumlah masyarakat yang terlibat cukup besar, serta pelaku tidak koperatif dan menyembunyikan hasil kejahatan. (nur/r3)

Berita Lainnya

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post

Harga Bahan Bangunan Naik

Redaksi LombokPost