Lombok Post
Sumbawa

Saksi Pingsan di Ruang Sidang

PINGSAN : Saksi HB, saat digotong untuk dibawa ke RSUD Sumbawa karena pingsan dalam persidangan

SUMBAWA – Persidangan kasus pembunuhan Agus Widodo telah memasuki agenda pemeriksaan saksi, kemarin. Kali ini, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan saksi untuk kelima terdakwa dalam kasus ini. Namun, saksi tersebut pingsan dalam persidangan.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa ini, saksi yang dihadirkan oleh JPU berinisial HB. Anak yang masih di bawah umur ini adalah pemilik kendaraan yang dipinjam salah seorang terdakwa untuk menjemput Agus Widodo di rumahnya.

Awalnya persidangan berlangsung lancar dan aman. Persidangan berlangsung tanpa adanya reaksi berlebihan dari pihak keluarga korban yang memenuhi ruang sidang. Tapi suasana seketika berubah ketika pemeriksaan terhadap saksi HB oleh majelis hakim. HB yang dicecar sejumlah pertanyaan oleh majelis hakim nampaknya gugup dan tegang. Karena tegang HB pingsan di kursi pesakitan.

Saat itu juga pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa selaku yang menghadirkan saksi dalam persidangan kasus tersebut bertindak sigap mengevakuasi HB ke luar ruangan persidangan. Dipimpin Kasi Intel Kejari Sumbawa Erwin Indrapraja yang langsung membawa saksi HB ke RSUD Sumbawa untuk diberikan perawatan medis lebih lanjut.

Terkait kejadian tersebut, JPU kasus ini Dina Kurniawati didampingi Kasi Pidum Kejari Sumbawa Feddy Hantyo NugrohoA� mengatakan, bahwa pihaknya sebenarnya sudah bertanya kepada HB. HB juga sudah memberikan keterangan kepada JPU, tapi mungkin HB tertekan dan akhirnya pingsan.

”Mungkin dia tertekan karena ada pihak terdakwa yang hadir. Sebab para terdakwa cukup disegani. Sepertinya ada keterangan yang hendak ditutupi. Padahal saksi lain sebelumnya si Ancak sudah memberikan keterangan,” ujarnya.

Secara terpisah, Kasi Intel Kejari Sumbawa Erwin Indrapraja mengatakan, bahwa kondisi HB sudah siuman. Memang yang bersangkutan sempat dilarikan ke UGD RSUD Sumbawa karena pingsan. Namun saat ini kondisi HB sudah stabil. ”Sudah diberi vitamin. Karena stres aja, sehingga asam lambungnya naik. Dia juga punya riwayat sakit maag. Dia sempat pusing, sesak nafas dan pingsan,” imbuh Erwin.

Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Reza Tyrama ini akhirnya ditunda. Sidang akan kembali dilanjutkan pada 10 November 2016 mendatang. Usai persidangan para terdakwa dilarikan ke dalam mobil tahanan Kejari Sumbawa dengan pengamanan ketat kepolisian. Upaya itu untuk menghindari tindakan yang tidak diinginkan dari para pengunjung yang notabene kerabat korban. (run/r4)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya