Lombok Post
Metropolis

Dewan Desak Razia Tramadol

tramadol
DOK: Dua orang siswi SMP 22 Mataram yang kedapatan tengah minum tramadol oleh gurunya beberapa waktu lalu.

MATARAM a�� Dewan Kota Mataram menyayangkan pemerintah lemah menghadang bahaya tramadol. Padahal, obat keras daftar G ini, nyata-nyata sudah meracuni generasi muda.

a�?Ini bukan lagi sebatas ancaman. Tetapi sudah bergeser ke penghancuran. Bahayanya pun seburuk obat terlarang,a�? keluh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram Herman.

Ia mendorong semua pihak, baik pemerintah kota sebagai pemilik wilayah, aparat penegak hukum dan BPOM bergerak. Tidak hanya diam di balik meja. Tetapi turun lebih masif lagi. Menyisir kantong-kantong yang dicurigai sebagai tempat peredaran obat keras daftar G ini.

a�?Turun lakukan razia, ini sudah sangat meresahkan,a�? imbuhnya.

Bahaya ini sudah tidak bisa ditolelir lagi. Dampaknya pada generasi muda sangat berbahaya. Bukan tidak mungkin, jika pemerintah diam, masa depan pendidikan kota bakal kelam. Jika sebelumnya penikmat tramadol disebut kebanyakan dari kalangan remaja, terkuaknya kasus di SMP 22 Mataram, sebagai bukti nyata persoalan ini sudah mulai menggurita.

a�?Jangan sampai setelah rusak, semua baru bergerak,a�? kritiknya.

Kepala BNN Kota Mataram Nur Rahmat mengatakan, penggunaan tramadol sudah mengarah pada penyalahgunaan. Sayangnya saat dimintai komentar terkait ini, Rahmat irit bicara. Ia hanya menyebutkan jika kasus ini sudah jadi perhatian Polda NTB.

a�?Sudah ditangani Polda,a�? jawab Rahmat seraya berlalu.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemeriksaan BPOM Mataram Yosef Dwi Irawan mengatakan pihaknya bertugas untuk memastikan jalur distribusi legal dilakukan dengan benar. Baik itu di apotik, klinik atau rumah sakit. Ia menyoroti maraknya penyalahgunaan tramadol beberapa waktu terakhir memang menjadi keprihatinan pihaknya.

a�?Bahkan tidak hanya obat keras daftar G, tetapi kami mengamati di lapangan penyalahgunaan mengarah pada obat semacam obat batuk komix, dikonsumsi dalam dosis tinggi,a�? kata Yosef.

Meski demikian, pihaknya tidak tinggal diam. Upaya yang tengah dicoba BPOM bersama aparat adalah dengan mengungkap jaringan dan siapa otak di balik peredaran tramadol di Kota Mataram.

a�?Pelaku di Gomong kemarin sudah ditindak, tapi rupanya memang masih ada jaringan yang lain. Ini yang sedang kami telusuri,a�? ujarnya.

Yosef meminta keluarga juga ambil peran penting membentengi anak-anak dari bahaya obat keras daftar G. Mengingat kondisinya sudah sangat darurat. Jika sebelumnya kebanyakan dikonsumsi oleh mahasiswa, ternyata kini menyasar pada anak-anak sekolah.

a�?Bahkan kalau sudah begini jangan-jangan anak SD juga (sudah pakai tramadol),a�? duga Yosef.

Salah seorang wali murid Diana yang ditemui tengah menjemput anaknya mengaku resah. Apalagi dengan sikap pemerintah yang dinilainya masih terlalu dingin menyikapi persoalan ini. Padahal bahaya tramadol sudah mengincar dunia pendidikan.

a�?Ini saja sengaja saya jemput biar anak saya ndak terpengaruh dan diajak mengkonsumsi obat-obat itu sama teman-temanya,a�? katanya dengan ekspresi khawatir.

Di rumahnya ia mengaku sudah menjaga anaknya dengan maksimal. Termasuk memberi pemahaman agar menjauhi tramadol. Jika ada persoalan, ia meminta anaknya tidak memendamnya. Tetapi sebaiknya diceritakan biar bebannya jauh lebih ringan.

a�?Tapi kalau obatnya tidak diberantas, saya takut karena lingkungan anak saya terpengaruh juga,a�? tandasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost