Lombok Post
Metropolis

Disnakertrans Selidiki Ponpes Pengirim TKI ilegal

wildan
Kepala Disnakertrans NTB H Wildan

MATARAM-Bisnis pengiriman TKI ilegal yang melibatkan pondok pesantren (Ponpes) mengejutkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertans) NTB. Untuk itu, Disnakertrans akan melakukan penyelidikan mendalam atas kasus ini. a�?Kita ingin tahu lebih dalam bagaimana dia (ponpes) bisa mengeluarkan merekomendasikan itu,a�? kata Kepala Disnakertrans NTB H Wildan, kemarin (28/10).

Sebelumnya, kantor Imigrasi Mataram menggagalkan pengiriman enam calon TKI ilegal berinisial AF, JR, AS, MA, BK, dan DDH. Keberangkatan ke luar negeri mereka ini berdasarkan rekomendasi pembuatan visa dan paspor dari salah satu Ponpes di Lombok Timur, dengan tujuan studi banding ke Singapura.

Ia mengaku, pihaknya belum mengetahui secara persis keberadaan Ponpes tersebut dan bagaimana koordinasinya dengan Disnakertrans Kabupaten Lombok Timur. Apakah memang selama ini mereka bekerja sama dengan dinas setempat atau tidak. Kemudian apakah ada aturan yang digunakan. a�?Semuanya akan kita telusuri dulu,a�? katanya.

Wildan sangat menyayangkan apabila lembaga yang terhormat seperti ponpes bisa terlibat dalam modus pengiriman TKI secara ilegal. Untuk menelusuri hal ini, Disnakertrans akan berkoodinasi dengan pihak Imigrasi dan Pemkab Lombok Timur. Sebab mereka punya otonomi penuh terkait masalah seperti ini untuk mencegah keberangkatan warganya menjadi TKI ilegal. a�?Bila mereka tidak mampu baru serahkan ke kita,a�? ujarnya. (ili/r7)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost