Lombok Post
Metropolis

NTB Belum Respon UU Perlindungan Nelayan

nelayan
TUNJUKKAN: Salah seorang nelayan di Ampenan Kota Mataram menunjukkan ikan hasil tangkapannya yang minim, bulan Maret 2016 lalu.

MATARAMA�– Pemprov NTB masih bersikap adem ayem dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan. Belum ada langkah-langkah cepat untuk menyikapi undang-undang tersebut. Padahal secara nasional, NTB berkontribusi besar terhadap sektor perikanan.

Tahun 2013, jumlah tangkapan ikan mencapai 142.187,4 ton. Selain itu, NTB juga memiliki potensi budi daya laut, mulai dari kerang, mutiara, tiram dan teripang. Selain itu, NTB juga memiliki sembilan ribu hektare lebih tambak garam. Namun yang dimanfaatkan baru dua ribu hektare di enam kabupaten. Produksi garam NTB juga mengalami peningkatan dari 78.107 ton tahun 2013 menjadi 169 ton tahun 2014.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB Lalu Hamdi menjelaskan, pihaknya pasti akan menindaklanjuti implementasi undang-undang tersebut. Akan tetapi regulasi ini masih memerlukan aturan turunan seperti peraturan pemerintah, peraturan menteri sehingga lebih spesifik penjelasan setiap pasal-pasalnya.

Dengan aturan turunan ini, daerah akan lebih mudah menindaklanjutinya. Meski demikian, Pemprov NTB saat ini sedang mencoba membuat desain strategi terkait implementasi undang-undang tersebut.

a�?Tapi kita akan menunggu aturan turunannya dulu,a�? jelas Hamdi.

Menurut Hamdi, pada dasarnya Pemda sudah menerapkan substansi dari semangat undang-undang tersebut. Hanya saja, pemerintah memperkuat lagi dengan sebuah regulasi. Sehingga segala kegiatan perlindungan, pemberdayaan, pembudidayaan ikan, dan pertambak garam lebih baik lagi ke depan.

a�?Dalam perencanaan kegiatan akan lebih tersistematis,a�? katanya.

Ia menyebutkan, saat ini jumlah nelayan di NTB sebanyak 64 ribu orang, dengan nilai tukar nelayan mencapai 110 persen. Artinya hasil tangkapan nelayan sudah lebih besar dari biaya hidupnya, sehingga mereka sudah bisa menabung. Tapi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, tidak hanya dilihat dari sisi pendapatan tapi banyak faktor yang harus dipertimbangkan, termasuk kebiasaan dan pola hidup mereka perlu diperbaiki. (ili/r7)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost