Lombok Post
Metropolis

Pertamanan Makin Garang

reklame
TURUN PAKSA: Sejumlah petugas menurunkan paksa papan reklame raksasa yang ada di simpang empat Gebang, utara RSUD Kota Mataram, Selasa (1/11).

MATARAM a�� Hingga kemarin, sekitar 20 papan reklame besar di Kota Mataram, dibabat. Itu, belum termasuk reklame kecil yang jumlahnya puluhan. Reklame-reklame itu dinyatakan tak memiliki izin. Walau pemilik reklame sudah diingatkan segera mengurus, namun tak juga direspon.

a�?Satu reklame besar kita potong bisa seharian,a�? kata Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram H Kemal Islam.

Sejak penertiban, Kemal mengatakan timnya terus menyisir reklame bodong di berbagai tempat. Kemal tak menampik dirinya kerap mendapat protes. Sebab mengeksekusi beberapa papan reklame milik perusahaan besar.

a�?Semua perusahaan yang reklamenya ditertibkan tanya kenapa di potong, saya bilang tidak berizin. Kalau ada yang protes saya minta mereka datang ke kantor (untuk dijelaskan),a�? imbuhnya.

Kepala dinas bertubuh tegap ini mengaku enggan berkompromi. Jika memang terbukti tidak melengkapi izin, maka papan reklame yang ditemui langsung dieksekusi hari itu juga.

a�?Kita sudah berikan waktu, teguran dan peringatan,a�? terang dia. Namun tetap saja hasilnya nihil. Banyak pengusaha rupanya mengabaikan surat yang dilayangkan pihakaknya, sampai batas waktu terakhir.

Tidak hanya itu, Kemal juga mengungkap modus akal-akalan izin reklame para pengusaha. Mereka hanya mengurus satu saja izin reklame. Padahal, jumlahnya lebih dari satu.

a�?Mereka kelabuhi kita dengan menunjukan izin reklame, padahal itu hanya untuk satu (reklame) saja, padahal punya banyak,a�? ungkap Kemal.

Pernyataan Kemal ini dibenarkan Kepala Dinas Pendapatan Kota Mataram HM Syakirin Hukmi. Perusahaan itu terlihat rajin dan patuh memperpanjang izin reklamenya, padahal hanya untuk satu unit saja. Tidak menggugurkan kewajiban izin reklame yang lain.

a�?Saya selalu berkoordinasi dengan Pertamanan, jika memang tidak berizin saya katakan tak ada izin, silahkan dieksekusi (potong),a�? kata Syakirin.

Ia mengingatkan, pada perizinan itu detail menjelaskan ukuran, letak dan posisi reklame dengan spesifikasinya. Jadi tidak mungkin satu perizinan menggugurkan kewajiban izin reklame yang lain.

a�?Kalau punya dua, ya dua-duanya harus dibuatkan izin,a�? tegasnya.

Akal-akalan pengusaha lainnya ungkap Syakirin, ada yang dengan sengaja memasukan berkas. Supaya terkesan ada itikad baik mengurus izin dan baiya administratifnya. Tetapi, dalam waktu lama berkas perizinan ternyata tidak di tindaklanjuti.

a�?Ada yang endapkan dalam waktu yang lama berkasnya, tetapi tidak diurus-urus,a�? bebernya.

Cara ini rupanya hanya sebagai alibi jika mereka tengah dalam proses pengurusan dan perpanjangan izin reklame. Ketika petugas menanyakan izin-izinnya, mereka mengklaim telah mengurus. Lalu menyebut berkas administrasi telah diserahkan ke Dispenda.

a�?Kalau di chek memang terlihat benar, tapi itu dibiarkan lama. Makanya saya koordinasi dengan Pertamanan yang seperti itu ditertibkan saja,a�? tegasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost