Lombok Post
Kriminal

18 Kasus Pencurian di Mataram Terbongkar

LAPOR PENIPUAN: Wakil Ketua DPRD NTB Abdul Hadi (kiri) setelah melaporkan penipuan akun Facebook palsu yang mengatasnamakan dirinya, ke Subdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB, kemarin (2/11).

MATARAM – Belasan orang, yang terlibat kasus pencurian ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mataram, selama Operasi Jaran 2016. Bukan itu saja, 18 kasus pencurian yang terjadi di wilayah hukum Polres Mataram, juga berhasil terungkap.

Wakapolres Mataram Kompol Made Baduarsa mengatakan, giat Operasi Jaran bertujuan menekan angka kriminalitas terutama pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Dari 19 orang yang ditangkap, terdapat tersangka yang terpaksa dilumpuhkan petugas dengan timah pans.

Selain menahan pelaku tindak kriminal, polisi juga menyita barang bukti hasil kejahatan mereka. Antara lain, tujuh unit sepeda motor, tujuh hand phone, kipas angin, dan perhiasan emas.

a�?Ada juga uang tunai sebanyak Rp 45 juta, total keseluruhan yang kami dapatkan dari para pelaku,a�? kata Baduarsa di Polres Mataram, kemarin (2/11).

Lebih lanjut, seluruh tersangka yang telah ditahan di Mapolres dikenakan pasal 363 dan 365 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polres Mataram AKP Haris Dinzah mengungkap penangkapan pelaku pencurian di rumah anggota DPD RI asal NTB Baiq Diyah Ratu Ganefi. a�?Kita tangkap tidak lama setelah pelaku melakukan aksinya,a�? kata Dinzah.

Dinzah menjelaskan, dalam melakukan aksinya, pelaku lebih dulu merusak gembok pintu, untuk kemudian masuk ke dalam rumah korban. Selama berada di dalam rumah, pelaku menggasak harta milik korban berupa satu unit wireless dan satu karung yang berisi 74 kain batik dan songket khas Sasak.

Setelah beraksi, pelaku pencurian, yakni Supardi, langsung menyimpan hasil curiannya di rumah mertuanya di Lingkungan Turida. Namun beberapa jam kemudian, pelaku berhasil ditangkap petugas di rumah mertuanya di Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Mataram, Selasa (1/11).

a�?Pelaku ini residivis yang bolak-balik masuk penjara dengan kasus yang sama,a�? kata dia.

Dinzah melanjutkan, jajarannya tengah melakukan pengembangan terhadap aksi pencurian Supardi. Sebab tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang membantunya. a�?Ada indikasi pelaku lainnya,a�? tandas Dinzah. (dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost