Lombok Post
Kriminal

Ngebom Ikan, Nelayan Lotim Diburu Tentara

KAPAL PENGEBOM: TNI AL menahan satu unit kapal yang diduga digunakan sebagai sarana pengeboman ikan di perairan Selat Alas, Lombok Timur, kemarin (2/11).

MATARAM – Delapan orang nelayan, diantaranya Marihin, Arifin, Ismail, Rusian, Sapar, dan Antok, harus berurusan dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mataram. Penyebabnya, mereka kepergok tengah melakukan A�pengeboman ikan di perairan Selat Alas, Lombok Timur (Lotim), kemarin (2/11).

Menurut keterangan Lanal Mataram, penangkapan keenam orang tersebut berawal dari informasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB. Sembari menunggu AL, petugas DKP melakukan pengintaian terhadap aktivitas pengeboman ikan yang dilakukan nelayan asal Lotim ini, sekitar pukul 08.00 Wita. Hingga pukul 11.35 Wita, keenam nelayan ini rupanya tidak menyadari aktivitas ilegalnya telah dipantau petugas. Mereka dengan semangat terus melakukan pengeboman.

Namun, berselang setengah jam, kedatangan satu kapal AL membuyarkan aktivitas mereka. Para nelayan ini langsung berusaha memacu kapalnya, untuk menghindari penangkapan. Enam nelayan akhirnya berhasil ditangkap petugas dengan barang bukti berupa kompresor, ikan hasil pengeboman, dan kapal.

a�?Sempat kita kejar selama setengah jam, tapi berhasil diamankan petugas,a�? kata Danlanal Mataram Kolonel Mar Djentayu Suprihandoko, kemarin (2/11).

Djentayu mengatakan, aktivitas pengeboman ikan merupakan pidana karena merusak ekosistem laut. Lebih lanjut, kata dia, komitmen Lanal untuk memberantas penangkapan ikan dengan menggunakan bom, dilakukan juga dengan cara preventif. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat pesisir agar menyadari dampak negatif dari pengeboman ikan.

a�?Selain preventif, langkah penertiban juga dilakukan petugas untuk meminimalisasi aktivitas pengeboman ikan,a�? tandasnya.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost