Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Ombudsman Tidak Temukan Pelanggaran

RUANGAN : Tim Ombusdman Perwakilan NTB tengah melihat kondisi ruang operasi di RSUD Bima.

KOTA BIMA – Ombudsman RI Perwakilan NTB menyambangi RSUD Bima, kemarin. Ombudsman terkait kasus dugaan penukaran bayi di RSUD Bima. Hasil penelusuran Ombudsman, A�tidak ditemukan dugaan pelanggaran administrasi.

Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan NTB Ridho Rasyid menjelaskan, kunjungan ke RSUD Bima atas inisiatif sendiri. Kunjungan dilakukan setelah menerima informasi adanya dugaan penukaran bayi di RSUD Bima.

Diakui Ridho, sebelumnya pihak RSUD sudah memberikan klarifikasi terkait dugaan itu. Namun menurutnya, jawaban dari pihak RSUD Bima tidak cukup. Sehingga perlu dilakukan kunjungan langsung untuk melihat kondisi ruangan operasi serta dokumen-dokumen penting lainnya.

” Tadi kami sudah cek ruang operasi dan juga memeriksa beberapa dokumen penting lainnya,” ujarnya.

Dijelaskan Ridho, terkait pelaksanaan operasi, RSUD Bima memiliki standard operating procedure(SOP). Jika dilihat dari SOP yang ada, peluang dilakukan penukaran bayi sangat kecil.

Sebelum memasuki ruang operasi, pasien dipasangkan gelang tangan. Begitu juga ketika seorang bayi hasil operasi lahir langsung dipakaikan gelang. Kemudian diperlihatkan ke ibu dan keluarga yang lain. Namun khusus di ruang operasi, keluarga yang lain tidak diperkenankan untuk masuk.

“Celah untuk bayi tertukar itu sangat tipis. Karena meja untuk membersihkan dan menimbang bayi dalam ruangan itu hanya ada satu,” ujarnya.

Dibeberkan Ridho, kehadirannya tidak diketahui oleh pihak RSUD Bima. Setibanya di RSUD Bima, ia bersama dua anggota tim langsung mendatangi ruang operasi. Dia melihat kondisi dan barang apa saja yang ada dalam ruangan itu. Bahkan sempat menemui beberapa pasien yang akan dioperasi.

“Tadi kami sempat menghampiri pasien yang akan dioperasi, ternyata benar mereka sudah dipakaikan gelang sebelum masuk ke ruang itu,” pungkasnya.

Kehebohan di RSUD Bima terjadi ketiga pasangan Subagio dan Suryani melaporkan pihak RSUD Bima ke kepolisian.Mereka melapor atas kasus dugaan penukaran bayi di lingkungan RSUD Bima. Berdasarkan hasil tes DNA dari RS Sanglah Denpasar, DNA anak mereka tidak sama dengan orang tuanya.

Terkait kasus tersebut, pihak kepolisian melakukan tes DNA ulang. Sebagai pembanding hasil tes DNA di RS Sanglah Denpasar. Tes DNA ulang dilakukan di dua tempat sekaligus. Yakni Pusdokes Mabes Polri dan Eijkman. Namun hingga kemarin, hasil tes DNA ulang itu belum diketahui. (yet/r4)

 

Berita Lainnya

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa Bumi Gora Menuntut Ilmu di Benua Biru (2)

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post