Lombok Post
Headline Tanjung

Puluhan Sopir Travel Blokir Jalan Masuk Bangsal

INI TARIFNYA: Armada mobil travel Koperasi Wisnuman mempampang tarif agar wisatawan mengetahui tarif angkutan saat mangkal di Bangsal, kemarin (2/11).

TANJUNG – Momentum penertiban kawasan Bangsal dimanfaatkan puluhan sopir travel dari dua koperasi yakni Koperasi Harapan Bersama (Harber) dan Koperasi Wisata Nusantara Mancanegara (Wisnuman), kemarin (2/11). Keduanya menyampaikan tuntutan menolak mobil travel liar yang kerap masuk ke kawasan Bangsal.

Puluhan sopir travel ini memblokir jalan masuk ke kawasan Bangsal dengan memarkirkan mobil melintang di jalan. Tujuannya agar mobil travel liar tidak bisa masuk. Selain itu, pasca penertiban Bangsal, Senin (31/10) lalu, akses masuk mobil travel dari dua koperasi juga dibatasi.

Aksi ini hanya berlangsung singkat, karena Pemkab Lombok Utara yang saat itu tengah melakukan penertiban di Bangsal menerima perwakilan dua koperasi ini untuk berdialog. Perwakilan dua koperasi ini diterima Ketua Tim Terpadu Ahmad Dharma, Kepala Syahbandar Lombok Utara Madhi, dan Kepala Dishubkominfo Sinar Wugiyarno.

Ketua Koperasi Wisnuman Raden Bambang Sunarto yang diwawancarai usai pertemuan mengungkapkan, tuntutan utama mereka adalah pemkab bisa menindak makelar yang ada di Bangsal. Selain itu, mereka meminta pemkab membatasi mobil travel dari luar yang masuk ke Bangsal.

a�?Kami ingin mobil travel dari luar ini langsung pergi setelah mengantar tamu ke Bangsal. Selama ini mereka parkir di sepanjang jalan dan menggangu aktivitas kami,a�? keluhnya.

Menurut Bambang, saat ini ada 50 anggota yang bergabung dalam Koperasi Wisnuman. Dari seluruh anggota tersebut memang ada anggota yang mangkal di dalam Bangsal. Ini mengacu pada akta pendirian koperasi yang berdiri sejak 2000 lalu. a�?Pemerintah mengatur agar lebih tertib dan kami terima itu. Kami bersedia dibatasi yang mangkal di Bangsal,a�? katanya.

Ditambahkan, inti permintaan dua koperasi ini adalah mobil luar yang berasal dari Kuta Loteng, Senggigi, dan Mataram harus keluar setelah mengantar penumpang. a�?Kalau kami list price A�(tarif) dicantumkan di depan jadi wisatawan tahu, tidak seperti makelar yang menerapkan tarif semaunya,a�? tandasnya.

Sementara itu, perwakilan Koperasi Harber Andi Nursahbandi mengatakan hal senada. Pihaknya juga menginginkan Wisnuman dan Harber bisa melayani wisatawan bersaamaan di Bangsal. a�?Sudah diputuskan tadi dari Harber standby di terminal di luar. Itu tidak masalah dengan kami yang penting jelas,a�? katanya.

Ketua Tim Terpadu Ahmad Dharma menjelaskan dari hasil pertemuan, armada dari dua koperasi ini boleh beroperasi di Bangsal. Namun jumlahnya dibatasi. Ini dilakukan agar kondisi di pelabuhan Bangsal lebih tertata dan wisatawan nyaman. a�?Sudah disepakati dari Wisnuman hanya lima armada yang boleh standby di areal dalam Bangsal. Sementara sisanya dan armada dari Harber standby di terminal saja,a�? paparnya.

Ditambahkan, ke depan kawasan dalam pelabuhan Bangsal tidak akan dipenuhi kendaraan selain kendaraan pengangkut barang. Sehingga kendaraan yang membawa penumpang seperti mobil travel hanya mengantar lalu keluar dari Bangsal dan menunggu di terminal.

a�?Kita akan tertibkan semuanya termasuk para makelar yang menjadi keluhan banyak pelaku wisata di sini,a�? ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Lombok Utara Sinar Wugiyarno menegaskan, pihaknya akan mendata secara lengkap berapa jumlah armada travel yang ada di Bangsal. Ke depan kendaraan travel ini akan diberi nomor yang menandakan kendaraan resmi angkutan di Bangsal. a�?Yang jelas di dalam areal Bangsal harus bersih. Mobil apapun hanya bisa mengantar penumpang dan keluar dari areal pelabuhan,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost