Lombok Post
Metropolis

Tim Appraisal Dibentuk Lagi

MEGAH: Tampak depan bangunan Mataram Mall yang ada di atas tanah milik Pemkot Mataram Rabu (2/11). Kini kontrak pengelola sedang dalam sorotan karena sejumlah masalah yang ada.

MATARAM – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Mataram Yance Hendra Dirra mengatakan, tim appraisal untuk menghitung nilai aset Pemkot Mataram di Mataram Mall segera dibentuk. Tim itu akan melakukan sejumlah kalkulasi terkait polemik besaran royalti yang harus dibayarkan. a�?Nanti apapun hasilnya harus disepakati,a�? ujarnya.

Yang menjadi pembeda tim kali ini dengan yang terdahulu adalah pelibatan dua belah pihak. Masing-masing akan menunjuk dan menentukan bersama tim yang bekerja melakukan perhitungan. Setelah itu, tak ada lagi alasan untuk tak menjalankan hasil yang ditelurkan.

“Kalau sekarang, hasil kita tak dipakai karena mereka ada hitungan sendiri yang berbeda, nantinya akan satu dan sama,a�? katanya.

Menurut Yance, Jumat besok, kesepakatan untuk pembentukan tim harus sudah ada. Sehingga kerja bisa dilakukan, dan hasilnya segera diketahui.

Terkait kemungkinan pencabutan kontrak kerja sama oleh Pemkot Mataram, dikatakan karena data awal menunjukkan adanya wanprestasi. Namun hal itu baru sebatas data awal yang masih harus dikaji lebih dalam lagi.

Temuan BPKP yang belum final menyebutkan adanya kekurangan pembayaran. a�?Tapi setelah rapat, sudah selesai semua, hanya mis saja,a�? ujarnya.

Sejak 20016, tercatat Mataram Mall sudah membayar Rp 1,35 miliar. Jumlah itu termasuk denda Rp 150 juta karena tak jadi mendirikan hotel sebagaimana kesepakatan awal. Pengecualian lain adalah 2015 yang hanya masuk setoran Rp 150 juta. Hal itu karena perjanjian kerja sama yang belum dirubah.

“Tim apraisal ini kerja untuk 2016, supaya jelas berapa-berapanya,a�? tambah Yance.

Sehari sebelumnya Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito menunjuk empat akademisi ternama Mataram untuk melakukan evaluasi terhadap PT Pasific Cilinaya Fantasy (PCF) selaku pengelola Mataram Mall. Belum adanya kesepakatan nilai royalti yang harus dibayarkan menjadi dasar pembentukan tim.

Tim ini juga yang nantinya mengkaji ada tidaknya wanprestasi oleh Mataram Mall sesuai kesepakatan kedua belah pihak. a�?Kalau nanti tim mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan kerja sama, karena terbukti wanprestasi, ya kita hentikan,a�? kata Eko kala itu.

Dalam berita sebelumnya disebutkan Pemkot Mataram sudah membentuk Tim Evaluasi Kerja Sama Pemkot Mataram dengan PT PCF. Tim itu beranggotakan empat orang yang semuanya berasal dari akademisi.

Mereka adalah Prof. Zaenal Asikin, Prof. Galang Asmara, DR Basuki Prayitno dan DR Wira Pria Suhartana (bukan DR Lalu Wirasapta Karyadi, seperti tertulis di Koran ini, Rabu 2 November, kemarin). (yuk/r5)

Berita Lainnya

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost

Pemkot Optimis Semua Formasi Terisi

Redaksi LombokPost

Lahan Belum Beres, Pemkot Usulkan Rusunawa Nelayan

Redaksi LombokPost

Bukan Gertak Sambal! Ormas Ancam Turun Tertibkan Tempat Maksiat

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post