Lombok Post
Metropolis

Tukang Juga Harus Bersertifikat

TUKANG: Salah seorang tukang memperagakan cara membuat tembok di hadapan Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi di halaman kantor Gubernur NTB, Selasa (1/11) lalu.

MATARAMA�– Ketatnya persaingan global membuat semua profesi harus meningkatkan kualitas dan kompetensinya, termasuk seorang tukang. Agar bisa go internasional, mereka jugaA� harus memiliki sertifikat.

Direktur JenderalA� Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Yusid Toyib mengatakan, industri konstruksi di pusat tidak sebanyak industri konstruksi di daerah. Untuk itu, ia berharap Pemprov NTB membantu sertifikasi badan usaha pertukangan, mandor, hingga para tukang bangunan. a�?Dengan demikian tidak akan ada tukang yang bekerja tanpa sertifika,a�? katanya di Mataram, Selasa (1/11) lalu.

Yusid menyebutkan, dari 10 ribu tukang di NTB, yang telah memiliki sertifikat sekitar 30 persen. Sementara untuk nasional justru lebih parah karena masih enam persen yang bersertifikat dari 7,2 juta tukang.

Menanggapi hal ini, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi meminta kepada SKPD terkait menyiapkan anggaran menuju proses sertifikasi tenaga konstruksi tersebut. Karena hal ini adalah bagian dari upaya peningkatan daya saing NTB.

Menurutnya, sertifikasi ini penting karena menunjukkan profesionalisme dan kompetensi seorang pekerja untuk bekerja di bidangnya. Ke depan para pengguna jasa bisa memastikan bahwa tukang yang bertugas membangun sarana konstruksi mempunyai kompetensi yang cukup baik.

Apalagi pekerja konstruksi dari NTB sangat banyak. Semua konsumen baik pemerintah dan non pemerintah punya kepentingan agar mutu dari pekerjaan konstruksi bisa meningkat. Artinya, sertifikasi ini adalah jaminan terhadap kualitas bangunan yang dibangun oleh tenaga bersertifikat.

Pada saat itu TGB bersama Dirjen Bina Konstruksi melepas 14 orang tenaga konstruksi bersertifikat yang akan ikut perlombaan pertukangan tingkat nasional. NTB juga mendapat pinjam pakai Mobile Training UnitA� (MTU) dari Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR. (ili/r7)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost