Lombok Post
Metropolis

Dari Cosplayer hingga Pohon Harapan

boks
MENARIK PERHATIAN: Salah satu pengunjung SJDC Ni Luh Putu Indah berfoto bersama salah satu cosplayer tokoh anime Kaito Kid, Minggu (30/10) lalu.

Kebudayaan Jepang mulai merasuki pelajar sekolah di Mataram. Bahkan, sekolah favorit seperti SMAN 1 Mataram (Smansa) pun sampai menggelar Japanese Day Culture. Kok bisa?

A�***

MingguA� (30/10) menjadi sejarah baru bagi SMAN 1 Mataram. Secara resmi, budaya Jepang masuk ke sekolah unggulan itu.

Sejak pagi, setiap orang yang datang ke sekolah itu tidak menggunakan pakaian biasa. Bentuknya pun unik dan beragam.

Begitu juga dengan dandanannya. Sebagian besar dari mereka menggunakan wig atau rambut palsu. Warnanya pun beragam. Putih, orange, merah, dan lainnya.

Sekilas mereka seperti beberapa tokoh kartun Jepang yang cukup populer. Beberapa diantaranya pun terlihat seperti idol group wanita Jepang. Yakni seperti JKT48 atau seperti AKB48.

Mereka menggunakan kostum yang disebut seifuku, atau seragam sekolah yang telah dimodifikasi secantik mungkin. Ditambah sepatu pantopel atau boots.

Hari itu dinamakan SJDC atau Smansa Japanese Day Culture. Hari dimana seluruh pecinta Jepang yang ada di Mataram berkumpul. Mereka bertemu dan saling berbagi pengalaman dan kreativitas masing-masing.

Mereka memperlihatkan kostum dari berbagai karakter anime. Semua dibuat semirip mungkin dengan aslinya.

Pengunjung maupun peserta SJDC tak hanya dari siswa, namun juga mahasiswa, hingga dewasa. Semua terbuka untuk siapa saja menyukai budaya Jepang.

Beragam hal unik lainnya juga ditemukan di acara tersebut. Mulai dari stan makanan Jepang. Seperti nasi kare, takoyaki hingga ramen.

Selain itu, juga tersedia stan yang menjual pernak pernik Jepang. Mulai dari CD original penyanyi Jepang, Miniatur superhero Jepang, stiker, hingga kipas bergambar wajah idola. Semua itu merupakan item yang masih jarang ditemukan di Kota Mataram.

Namun ada satu hal yang paling unik. Yakni pohon harapan. Ada kepercayaan, jika menulis harapan dan menggantungnya di pohon tersebut, maka harapan dapat terkabul.

Pohon inilah yang paling banyak digemari pengunjung. Di pohon tersebut tergantung banyak sekali kertas berwarna warni. Saking banyaknya, hampir tak ada celah untuk menggantung lagi. Kertas-kertas tersebut berisikan harapan semua pengunjung SJDC.

Nirmala, salah satu guru bahasa Jepang SMA favorit di Mataram itu mengatakan, kegiatan ini juga merupakan bagian pembelajaran. Siswa dapat menyalurkan bakat dan minat ke dalam hal yang positif dan bermanfaat. “Ini kegiatan tahunan di sekolah kita,” ujarnya.

Meski kegiatan ini milik siswa, namun juga dibuka untuk umum. Siapa pun diperbolehkan hadir untuk menikmati acara tersebut. Hal ini sekaligus menjadi bentuk pengenalan kegiatan di SMAN 1 Mataram pada publik.

Sementara itu alumni SMAN 1 Mataram Ni Luh Putu Indah mengaku, ia rutin mengikuti acara tersebut. Banyak hal baru dan menarik setiap tahunnya. Terutama dari segi kostum cosplayer. “Kian tahun semakin banyak yang menarik,” ujarnya.

Tak hanya itu, acara ini juga menjadi ajang ketemuan dengan sahabat lama sesama pecinta Jepang. Ia pun bahkan ikut menggantung kertas harapan pada pohon harapan. “Yah, harapan agar selalu sukses saja,” pungkasnya tersipu. (FERIAL AYU, Mataram/r5)

Berita Lainnya

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost

Pajak Panelnya Dihapus Dong!

Redaksi LombokPost

Rajin Blusukan ke Sejumlah Sentra Kerajinan Tenun

Redaksi LombokPost

Kreatif..!! Babinsa di Mataram Ganti BBM Motor Dengan Elpiji 3 Kg

Redaksi LombokPost

Ada Kemungkinan Passing Grade Diturunkan

Redaksi LombokPost

Anggota Pokmas Harus Lebih Rajin

Redaksi LombokPost

Mantap, Wali Kota Ingin UMK Naik

Redaksi Lombok Post

Peserta Tes CPNS Dilarang Bawa Jimat

Redaksi Lombok Post