Lombok Post
Praya

Jembatan Bangkat Parak Diperbaiki

MENYEBERANGI JEMBATAN: Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, saat menyeberangi jembatan yang terbuat dari bambu dan kayu di Desa Bangkat Parak, Pujut Lombok Tengah, kemarin (3/11).

PRAYA – Kondisi jembatan penyeberangan yang memperihatinkan, di Desa Bangkat Parak, Pujut Lombok Tengah (Loteng), membuat Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri turun gunung. Ia melihat langsung jembatan yang terbuat dari bambu dan kayu tersebut.

Konon sejak zaman penjajahan, hingga saat ini, tidak pernah ada perhatiandariA� pemerintah. a�?Kenapa pemerintah desa tidak aktif menyampaikan permasalahan seperti ini,a�? sesal Pathul, kemarin (3/11).

Orang nomor dua di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu mengaku, baru mengetahui ada jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut, memprihatinkan. a�?Informasi saya terima Rabu, kemarin. Makanya, hari ini (Kamis) saya turun,a�? kata Pathul.

Ia pun melakukan pengukuran panjang jembatan dan panjang tiang pancang yang akan dipasang. Kesimpulannya, jembatan yang menghubungkan Dusun Pasung Desa Bangkat Parak, dengan Dusun Peras Desa Kidang, Praya Timur itu akan dibangun di APBD murni tahun 2017 mendatang.

Pathul pun meminta, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan ESDM, turun ke lokasi melakukan kajian teknis, guna menghitung berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun jembatan tersebut, secara permanen. a�?Panjangnya 70 meter,a�? kata Pathul.

Jembatan yang satu itu, kata Pathul merupakan satu-satunya akses masyarakat. Setiap harinya, anak-anak sekolah dasar (SD) melewati jembatan tersebut. Mereka datang dari Dusun Peras Desa Kidang. Sementara SD ada di Dusun Pasung.

a�?Di tengah kami berdua dengan Bupati HM Suhaili FT gencar mensukseskan program pembangunan infrastruktur jalan. Kok masih ada yang seperti ini,a�? sesalnya lagi dihadapan Kepala Desa (kades) Bangkat Parak Ardaman dan para tokoh masyarakat dua desa.

Ia pun meminta, agar kasus semacam itu menjadi pelajaran bagi seluruh dusun dan desa di seluruh Loteng, agar lebih aktif menyampaikan permasalahan yang terjadi di akar rumput. Yang tidak kalah pentingnya, mengelola anggaran pembangunan desa untuk kepentingan peningkatan ekonomi masyarakat.

Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, tambah Pathul merupakan salah satu langkah untuk menuju kesejahteraan masyarakat. Bukan sebaliknya, berdiam diri saja. a�?Saya tidak mau tahu, pokoknya tahun 2017 mendatang, jembatan ini harus dibangun dengan maksimal,a�? serunya.

Sementara itu, Kades Bangkat Parak Ardaman merasa bersyukur. Ia mengaku sejak lama menyampaikan laporan soal infrastruktur jembatan tersebut. Hanya saja, kata Ardaman pejabat Pemkab justru melempar kebijakan ke sana kemari. Di satu sisi, anggaran desa tidak cukup untuk membangun jembatan yang dimaksud. a�?Alhamdulillah, akhirnya jembatan ini akan diperbaiki,a�? ujarnya.(dss/r2)

Berita Lainnya

Tiga Kios Warga Hangus Terbakar

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Loteng Susun Regulasi Pendidikan Inklusi

Redaksi LombokPost

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost

150 Pendaki Jajal Jalur Aik Berik

Redaksi LombokPost

BPK Periksa 10 Desa di Loteng

Redaksi LombokPost