Lombok Post
Metropolis

Pejabat Sibuk Cari Bekingan

mutasi
TES: Sejumlah pejabat tampak serius saat menjalani assessment, beberapa waktu lalu.

MATARAM – Rekomendasi dari tim penilai terkait kinerja pejabat Aparat Sipil Negara (ASN) Pemkot Mataram sudah ada di tangan kepala daerah. Rencana perubahan struktur perangkat daerah juga sudah siap. Hal tersebut ditengarai membuat perubahan suasana psikologis para pejabat ASN Pemkot Mataram.

Karena hal tersebut, sejumlah pejabat terindikasi mulai melakukan lobi-lobi dan bekingan untuk mendapat jabatan terbaik. Minimal untuk sekadar mengamankan posisi saat ini.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana yang dimintai tanggapan terkait hal itu mengingatkan seluruh ASN agar lebih fokus pada kerja nyata untuk memberi dampak pada masyarakat. a�?Mungkin karena suasana psikologis, gelisah dan risau,a�? katanya berusaha memahami.

Terlebih Desember mendatang sudah ditetapkan sebagai titik awal mutasi besar-besaran. Restrukturisasi perangkat daerah saja, sedikitnya menyumbang 20 persen pergeseran. Belum lagi jika kepala daerah melihat ada kekurangan pada SKPD tertentu, sehingga dilakukan perombakan.

Hampir pasti mereka yang berubah posisi meningkat melebihi estimasi awal. Kendati menimbulkan kerisauan pada sejumlah PNS, ia meminta hal itu tak lantas menjadikan mereka grasak grusuk ke sana ke mari untuk melakukan cara-cara tak etis.

Ditegaskan wali kota dan dirinya pasti memperhitungkan segala sesuatu, termasuk assessment yang sudah dilakukan. a�?Lobi-lobi ya masih dalam skala yang wajar,a�? katanya tak menampik adanya sejumlah manuver dari beberapa pejabat.

Namun ia kembali menegaskan keputusan penuh ada di tangan kepala daerah dan Baperjakat.

Ditanya mengenai indikasi adanya sejumlah calo mutasi, Mohan meyakini tak sejauh itu. Namun tak menutup kemungkinan, ada pihak yang coba memanfaatkan situasi. a�?Tapi saya tak menuduh siapa pun,a�? ujarnya.

Selama PNS bekerja dengan sungguh-sunngguh menunjukkan hasil terbaik, ia memastikan semua akan mendapat penempatan sesuai kemampuannya. Ditegaskan juga assessment adalah salah satu cara mengukurnya, kendati bukan satu-satunya cara.

“Semua wajib dekat dengan pimpinannya, tapi tak perlu mencari muka,a�? tutupnya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost