Lombok Post
Giri Menang

Sehari, 40 Pasutri Diambang Perceraian

nikah
IJAB KABUL: Angka pernikahan di Lobar terus meningkat setiap tahunnya. Di sisi lain, jumlah kasus perceraian juga meningkat.

GIRI MENANG – Tingkat kasus perceraian di Lombok Barat (Lobar) dan Lombok Utara masih tinggi. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama (PA) Giri Menang, tercatat sehari menerima 40 perkakara permohonan perceraian.

Meski tidak semua gugatan dikabulkan. Artinya sehari, 40 rumah tangga di Lobar di ambang kehancuran.

Panitra Muda Pengadilan Agama Giri Menang M Nasir yang dikofirmasi Lombok Post mengatakan, sejauh ini gugatan yang sudah dikabulkan PA Giri Menang sebanyak 1385. Jumlah itu untuk gugatan cerai dan warisan.

Sementara jumlah perkara yang masuk di PA Giri Menang hingga saat ini sebanyak 1500. Gugatan tersebut untuk perkara cerai, waris, poligami dan lainnya.

a�?Belum termasuk, gugatan yang tengah melangsungkan proses persidangan dan yang ditunda (persidangan),a�? jelasnya, Selasa (1/11).

Nasir menjelaskan, sepanjang tahun 2016 PA Giri Menang dari Januari hingga Oktober sudah menceraikan 417 orang. Jumlah itu kemungkinan bertambah menyusul, masih banyak perkara yang berlangsung masa persidangan. a�?Kemungkinan masih (bertambah),a�? ujarnya.

Data yang dihimpun PA Giri Menang juga menunjukkan, penggugat didominasi oleh perempuan. Sementara alasan pemicu percerian beragam. Mulai dari pernikahan yang belum matang (pernkahan dini), kesenjangan pendapatan suami, tanggung jawab, sudah tidak cocok, hingga perselingkuhan. a�?Banyak juga karena sikap suaminya yang terlalu kasar,a�? tambah Nasir.

Untuk menekan tingginya angka perceraian di Lobar, PA Giri Menang berusaha semaksimal mungkin. Dengan mengoptimalkan pendekatan mediasi.

Pasangan suami istri (pasutri) yang hendak ingin bercerai diberikan bimbingan. Berharap perpisahan tidak terjadi. a�?Pada dasarnya setiap perkara yang masuk, pasti dimediasi,a�? tandas Nasir.

Data dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi NTB menunjukkan, jumlah duda-janda di Kabupaten Lobar mencapai 43.754.

Karena itu, Ketua TP-PKK Lobar, Hj Khaeratun Fauzan Khalid dalam sebuah kesempatan mengatakan, guna menekan angka perceraian di Lobar, sebelum menikah masyarakat hendaknya merencanakan dulu dengan matang.

Dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Seperti, kesiapan ekonomi, fisik, mental, dan pendidikan serta sosial dalam membina kehidupan keluarga. Kata Khaeratun tingkat percerian bisa diminimalisir. a�?Minimal harus melihat aspek-aspek itu dulu,a�? tandasnya. (zen/r5)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost