Lombok Post
Bima - Dompu

Dahlan Iskan Membangun Tanpa Pamrih

f-qurais
INSPIRASI: Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin saat bersama Dahlan Iskan di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima.

KOTA BIMA – Siapa yang tidak kenal dengan Dahlan Iskan, sosok yang menyelamatkan NTB dari krisis listrik. Bagi Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin, mantan Menteri BUMN ini adalah tokoh pembangunan tanpa berharap pamrih.

“Pak Dahlan merupakan tokoh pembaharuan dan pembangunan yang agamais dan cerdas,” ujarnya, kemarin.

Itu terbukti selama beberapa tahun menjabat menteri BUMN tidak pernah menerima gaji. Begitu juga saat menjadi Dirut PLN, dan Direktur BUMD di Jawa Timur. Itu merupakan bentuk pengabdiannya membangun negara.

Hal tersebut juga membuktikan bahwa Dahlan Iskan tidak pernah berpikir keuntungan diri sendiri dalam membangun negara. Serta tidak penah berharap balas pamrih atas apa yang dikerjakan.

HM Qurais juga mengungkapkan, selama mengabdi, banyak ide cemerlang yang Dahlan cipatakan. Seperti pengembangan mobil listrik yang diciptakan oleh anak bangsa.

“Seingat saya, dia yang menggaji beberapa orang perancang mobil listrik tersebut. Tapi sayangnya ide cemerlang yang bisa menghidupkan ekonomi Indonesia tersebut tidak dianggap,” katanya.

Masih banyak lagi ide cemerlang yang dia cetuskan saat menjabat Dirut PLN. Salah satunya pembangunan jalan Melayu-Kolo di Kota Bima. Jalan yang dulunya tidak mampu diaspal pemerintah daerah, kini sudah bagus. Itu karena ada dukungan anggaran dari PT PLN yang saat itu dipimpin Dahlan Iskan.

Tidak hanya itu, lanjut HM Qurais, berkat pemikiran Dahlan pula, PLTU bisa hadir di Kota Bima. Hanya saja memang hingga kemarin PLTU tersebut belum beroperasi.

HM Qurais mengakui ide pembangunan a�?Kota Tepian Aira�? tercetus saat bersama Dahlan Iskan. Dimana saat itu Dahlan mengusulkan membangun kota pesisir.

Saat itu HM Qurais mengaku tidak punya anggaran. Dahlan berjanji akan membantu mengarahkan investor ke Kota Bima.

Beberapa tahun berselang, Dahlan kembali ke Kota Bima. Saat itu Dahlan mengaku kaget dengan perkembangan Kota Bima. Dia melihat mimpi Kota Tepian Air sudah terwujud.

Bahkan saat berkunjung ke Kota Bima, Dahlan membawa staf khusus perencanaan pembangunan. Kehadiran staf khusus tersebut untuk membantu merancang pembangunan kota. Tapi karena kota sudah jadi, staf tersebut tidak jadi bekerja. “Pak Dahlan bilang, ternyata kota sudah sangat maju. Jauh lebih maju dari yang direncanakan,” ungkapnya.

Di samping itu, dia juga menilai Dahlan merupakan sosok yang sederhana. Terbukti saat berkunjung ke Bima, dia tidak mauA� menginap di hotel. Lebih memilih tidur di rumah warga. “Sikap sederhanya itu membuat saya kagum. Sehingga menganggap dia sebagai guru,” tuturnya.

HM Qurais mengaku banyak momen-momen berkesan saat bersama Dahlan. Seperti saat berkunjung ke Kota Bima, dia tidak membutuhkan sopir, malah dia menyetir sendiri.

Kemudian kata yang paling berkesan adalah menganggap HM Qurais sama seperti dirinya. Sebab ide dan pemikiran yang diutarakan selalu sejalan.

“Pak Qurais dan saya itu sejalan. Kita sama-sama punya visi membangun daerah,” kata HM Qurais mengutip ucapan Dahlan Iskan saat itu.

HM Qurais merasa sedih dengan kondisi Dahlan saat ini. Orang setulus dan sebaik itu diperlakukan tidak adil. Bahkan HM Qurais mengaku dalam waktu dekat akan menjenguk Dahlan. “Saya ingin sekali bertemu dengan Pak Dahlan,” pungkasnya. (nk/LPG/r8)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara