Lombok Post
Metropolis

Dahlanis NTB Doa Bersama untuk Dahlan

ivan-lombok-pos-2
DOA BERSAMA: Para Dahlanis mengangkat poster berisi #savedahlan di Graha Pena Lombok Post, Jumat (4/11).

MATARAM – Dukungan untuk Dahlan Iskan terus mengalir. Kali ini aksi spontan dilakukan para Dahlanis NTB. Mereka menggelar doa bersama di gedung Graha Pena Lombok, Jumat (4/11). Para pengagum Dahlan yang berasal dari berbagai daerah di NTB ini juga membentangkan poster raksasa sebagai bentuk dukungan pada Dahlan Iskan agar tabah menghadapi musibah.

SAVE DAHLAN: Para Dahlanis mengangkat poster berisi #savedahlan di Graha Pena Lombok Post, Jumat (4/11).
SAVE DAHLAN: Para Dahlanis mengangkat poster berisi #savedahlan di Graha Pena Lombok Post, Jumat (4/11).

Mereka terdiri dari tokoh agama, mahasiswa, pelajar, jurnalis dan masyarakat umum. Di antaranya Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri TGH Safwan Hakim, Wakil Ketua Bidang Dakwah Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah H Muharar Iqbal dan lainnya. Aksi ini dilakukan secara spontan karena mereka merasa prihatin dengan apa yang dialami Dahlan saat ini.

TGH Safwan Hakim mengatakan, Dahlan Iskan adalah orang yang baik dan sederhana. Kesederhanaan dan kebaikan ini ia buktikan sendiri saat Dahlan masih menjabat sebagai Menteri BUMN yang waktu itu berkunjung ke Ponpes Nurul Hakim. Dahlan memilih menginap di pesantren yang sangat sederhana.

a�?Saya sangat terkesan dengan kesederhanaan beliau dan begitu merakyatanya,a�? kata TGH Safwan.

Ia yakin apa yang dialami Dahlan saat ini merupakan ujian dan berharap Dahlan bisa menghadapi dengan sabar. Untuk itu ia mengajak semua memberikan dukungan dan doa agar Dahlan bisa lolos dari ujian tersebut.

Menurutnya, apabila Allah mencintai suatu kaum, mereka akan diberikan ujian dan apabila sabar menghadapi ujian itu, Allah akan meridai. Tapi kalau tidak ikhlas, maka Allah akan murka. Ia yakin Dahlan saat ini sedang diuji. a�?Mungkin ini merupakan suatu ujian bagi beliau untuk ditingkatkan derajatnya, baik di dunia maupun di akhirat,a�? ujarnya.

Zulkifli, salah seorang pengagum Dahlan dari Lombok Timur mengatakan, ia merasa sedih dengan kasus yang dialami Dahlan. Menurutnya, penahanan ini merupakan cara-cara kriminalisasi. Sebab, ia menilai Dahlan selama ini sudah bekerja dengan hati, tanpa mendapatkan imbalan apa-apa. a�?Ini bukan tidak adil lagi, tapi merupakan kezhaliman,a�? katanya.

Ia berharap pintu kebenaran bisa terbuka, dan Dahlan bisa dibebaskan dari segala tuduhan sebab ia yakin Dahlan tidak bersalah.

Zulkifli mengatakan, ia mengagumi sosok Dahlan sejak ia memimpin PT PLN, dimana saat itu NTB kesulitan mengatasi masalah listrik. Warga sulit untuk mendapatkan sambungan, calon pelanggan harus mengeluarkan uang banyak, tapi itu pun tidak menjadi jaminan warga bisa mendapatkan aliran listrik. a�?Kita harus antre lama,a�? katanya.

Dan setelah Dahlan masuk mengurus PLN, Dahlan seperti membuka benang kusut yang selama ini ada di PT PLN. Kondisinya kini terbalik, justru PLN yang mencari pelanggan. Hal ini menjadi salah satu bukti bagaimana Dahlan bekerja sungguh-sungguh demi Indonesia.

Wakil Ketua Bidang Dakwah Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah H Muharar Iqbal mengatakan, Dahlan Iskan banyak memberikan inspirasi bagi anak muda Indonesia. Dalam kasus yang disangkakan, ia yakin Dahlan tidak bersalah. Kalaupun ada kesalahan, menurutnya hanya merupakan kesalahan administratif yang perlu dipertimbangkan penegak hukum. Dan yang perlu ditelusuri penegak hukum adalah orang yang memperkaya diri dengan jabatannya, dalam konteks ini Dahlan sama sekali tidak memperkaya diri.

a�?Selama menjadi menteri dia tidak pernah mengambil gaji sedikit pun. Ini tidak banyak dilakukan aparatur negara,a�? ujarnya.

Untuk itu, ia memadang sangat tidak tepat bila kejaksaan menetapkan Dahlan sebagai tersangka. Bahkan menurutnya akan menjadi blunder bagi penegak hukum. a�?Kita dorong agar dihentikan kasus ini karena Kejati salah orang, salah target,a�? katanya.

Sementara, Bambang Mei salah seorang Dahlanis lainnya mengatakan, Dahlan tidak bersalah. Proses hukum harus tetap dihormati, tetapi juga harus diketahui kebijakan tidak boleh dikriminalisasi. Karena dia tidak ada niat untuk berbuat korupsi. a�?Kita bisa lihat dia tidak terima gaji, harusnya itu menjadi pertimbangan,a�? kata aktivis hukum di NTB ini. (ili/r8)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost