Lombok Post
Praya

Mau Jadi TKI, Jangan Jalur Illegal

RUMAH DUKA: Inilah salah satu rumah TKI korban kecelakaan kapal di Dusun Tanak Embang Daye Desa Selebung, Batukliang Lombok Tengah kemarin (4/11).

PRAYAA� – A�Bagi warga Lombok Tengah (Loteng), yang ingin menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri, diminta tidak melalui jalur illegal. Sebaiknya, mengikuti prosedur yang ada, sehingga tidak menjadi masalah di negara orang. Seperti yang menimpa sejumlah korban dalam musibah tenggelamnya kapal di perairan Batam, Kepulauan Riau.

“Kendati demikian, kami atas nama Pemkab Loteng turut berduka cita,” kata Kabid Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Loteng H Masrun, kemarin (4/11).

Ia pun meminta, agar musibah yang menimpa sejumlah TKI tersebut, bisa dipetik pelajaran berharga, sehingga tidak mengulangi kesalahan yang berulang-ulang. “Karena setiap tahun, masalah TKI ini-ini saja yang kita hadapi,” keluh Masrun.

Jauh-jauh hari, pihaknya mengaku seringkali mengingatkan kepada warga, untuk menghindari perjalanan keluar negeri melalui tekong alias calo, atau PJTKI illegal. Sebaiknya, datang langsung ke Dinas Sosnakertrans, guna mendapatkan penjelasan serinci-rincinya mengenai syarat apa saja, yang harus dipenuhi calon TKI.

Dengan begitu, kata Masrun begitu mereka berangkat ke luar negeri, secara otomatis terdata. Mereka pun mendapatkan hak asuransi dari keberangkatan, hingga kembali ke tanah air. Apabila mereka ditimpa musibah, maka pemerintah berkewajiban menyerahkan santunan dan sebagainya. Beda halnya, jika TKI illegal.

“Jangan mudah percaya dengan tekong. Mereka hanya memberikan janji-janji manis saja,” seru Masrun yang didampingi Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosnakertrans Harsono AR.

Ia menambahkan, dinasnya juga pernah melaksanakan pertemuan dengan kepala desa (kades), lurah, kepala dusun (kadus) dan kepala lingkungan (kaling). Mereka diminta menjadi garda terdepan, meminimalisir keberangkatan warganya melalui jalur illegal. Sayangnya, langkah itu tidak diindahkan. “Sehingga, kita di Loteng ini, lebih banyak TKI illegal dari pada legal,” cetusnya.

Senada dikatakan Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosnakertrans Loteng Harsono AR. Dikatakannya, mereka yang terkena musibah di Batam tersebut, rata-rata yang sudah habis masa kontrak kerjanya di luar negeri. Parahnya lagi, mereka berangkat secara tidak resmi. “Kami cukup prihatin dengan musibah yang menimpa keluarga kita itu,” katanya.

Sementara itu, Kades Mantang Zainal Abidin mengatakan, empat TKI yang meninggal dunia di Batam itu, merupakan warga Desa Mantang, namun tinggal di Desa Selebung. Di Desa Mantang sendiri, ada tujuh dusun dari 20 dusun yang menjadi kantong TKI. “Rata-rata mereka berangkat secara illegal,” katanya, terpisah.

Ketujuh dusun yang maksud, beber Zainal yaitu Dusun Riris, Tenteng, Tenten Prapen, Pengandok, Tondong, Tojang Bereng dan Dusun Otak Dise Timuk. Di setiap dusun itu, dibackup masing-masing kelompok tekong. “Begitulah potret di desa kami,” keluhnya.(dss)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost