Lombok Post
Giri Menang

Mulai Ditata, Jadi Perbincangan di Medsos

bok
AIR JERNIH: Sejumlah pengunjung menikmati sejuknya kolam pemandian Aik Nyet di Dusun Aik Nyet, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, belum lama ini.

Objek wisata di Lombok Barat seolah tidak ada habisnya. Salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi adalah pemandian Aik Nyet. Bagaimana suasananya?

***

DI tengah-tengan hutan Sesaot, ada sebuah sungai. Airnya dingin, jernih, dan tentu saja bersih. Sungai ini dinamakan Aik Nyet. Letaknya di Dusun Aik Nyet, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Dulu atau lebih tepatnya dua hingga tiga bulan sebelumnya, Aik Nyet tidak mendapat perhatian. Meski kerap dijadikan tempat wisata, tetapi kondisi Aik Nyet sangat memprihatinkan.

Lokasinya yang masuk ke tengah Hutan Sesaot, sering disalahgunakan muda-mudi untuk memadu asmara. Kondisi tersebut diperparah dengan pedagang yang membuka lapaknya di sembarang tempat. Menambah kesemrawutan di lokasi ini.

Akan tetapi kini Aik Nyet mulai dibenahi. Kondisinya pun berubah 180 derajat. Jika sebelumnya pengunjung yang datang menuju Aik Nyet harus berjalan melalui jalanan tanah yang licin, kali ini berganti dengan jalur trekking yang bagus. Batu-batu kali yang dipecah dan disatukan dengan semen, memudahkan pengunjung menuju lokasi kolam pemandian ini.

Tak hanya itu, kesan cantik pun terlihat dari puluhan anak tangga dari kayu yang menyambung jalur trekking satu dengan yang lainnya. Tangga ini memudahkan pengunjung menaiki bukit-bukit kecil di tengah Hutan Sesaot.

Sepanjang perjalanan menuju kolam Aik Nyet, banyak terdapat lapak-lapak pedagang. Dindingnya ditutupi dengan karung warna putih dengan terpal di atasnya yang difungsikan sebagai atap.

Sesekali para pedagang menawarkan dagangannya kepada setiap pengunjung yang lewat. Di warung-warung ini ditawarkan sajian khas Lombok, seperti sate bulayak dan pelecing kangkung.

Pohon-pohon besar, berdiri tegak. Menjulang tinggi di sepanjang jalur trekking. Meski tidak rapat, tapi pohon ini mampu menghalau cahaya matahari dengan baiknya. Semakin menambah kesejukan alam Hutan Sesaot.

Keindahan jalur trekking dan alam sebelum menuju kolam Aik Nyet, rupanya sering menggoda pengunjung untuk selfie. Beberapa kali memang, terlihat pengunjung melakukan selfie, terutama di tangga-tangga kayu.

Perjalanan dari lokasi parkir hingga menuju kolam Aik Nyet tidak membutuhkan waktu lama. Hanya sekitar 10 hingga 15 menit.

Tiba di kolam Aik Nyet, akan tampak pembenahan yang telah dilakukan. Pinggiran kolam yang sebelumnya hanya ditata ala kadarnya, kini dipercantik.

Empat buah berugak pun berdiri di sekitar kolam Aik Nyet. Berugak ini dijadikan pengunjung sebagai tempat untuk duduk menikmati gemericik air yang keluar dari pancuran di kolam Aik Nyet.

Di sebelahnya lagi terdapat lapak-lapak pedagang. Aneka panganan dijual mereka. Tertata rapi dan sedap dipandang mata.

Suwarni, salah seorang pedagang mengatakan, penataan Aik Nyet, mendongkrak penghasilannya. Saat ini lebih banyak orang yang datang berkunjung.

a�?Sekitar dua bulan dibenahi. Hasilnya lumayan, banyak orang datang,a�? kata wanita 35 tahun ini.

Meski baru didominasi wisatawan lokal, tetapi Suwarni tetap optimis Aik Nye, ke depannya akan semakin ramai. Untuk itu tentunya harus dibarengi dengan penataan yang lebih baik lagi.

a�?Memang baru pengunjung lokal saja. Sesekali datang bule,a�? ungkapnya.

Sementara itu, Lukman, pengunjung dari Mataram mengaku terkejut dengan perubahan yang terjadi di Aik Nyet. Tetapi dia tentunya turut senang, Aik Nyet menjadi lebih indah.

a�?Kaget juga, tapi memang lebih nyaman kalau seperti ini,a�? katanya.

Lukman mengaku, sebelumnya dia memang pernah mengunjungi Aik Nyet tahun 2013 silam. Kondisi Aik Nyet pada saat ia datang pertama kali, ia melihat kolam pemandian ini tidak tertata dengan baik, malah terkesan menyeramkan.

a�?Tahunya dari Instagram. Banyak yang upload foto di sana. Dari sana akhirnya tertarik ke sini lagi sama teman-teman,a�? ungkapnya.

Tak dipungkiri, peran medsos, mulai dari Facebook, Twitter hingga Instagram, membawa pengaruh besar bagi sebuah destinasi pariwisata di Lobar. Termasuk salah satu di antaranya Aik Nyet. (MUHAMMAD ZAINUDDIN, Giri Menang./r3)

Berita Lainnya

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost