Lombok Post
Headline Selong

Satu Meninggal, 11 Selamat

eneng
MENINGGAL: Ilmi Suki (kiri) bersama Ibu Saimah menunjukkan foto Anting Fatmawati alias Eneng TKI asal Kampung Permai Desa Pijot Kecamatan Keruak, Lombok Timur yang menjadi korban tenggelamnya kapal TKI di Batam beberapa waktu lalu.

SELONG – Lima orang TKI asal NTB tewas dalam insiden tenggalamnya kapal pengangkut TKI di Batam Kepulauan Riau. Salah seorang TKI tersebut berasal dari Lotim. Dia adalah Anting Fatmawati, 33 tahun perempuan asal Kampung Permai, Desa Pijot Kecamatan Keruak. Perempuan yang akrab disapa Eneng ini ternyata menjadi salah satu dari banyaknya TKI ilegal asal Lotim. Hal itu diketahui setelah suami Eneng mengakui bahwa istrinya merupakan TKI Ilegal.

a�?Iya, saya dan istri saya memang TKI jalur gelap. Saya pulang lebih dulu sekitar satu bulan lalu. Rencananya dia menyusul belakangan,a�? tutur Ilmi Suki, suami Eneng.

Diceritakannya, ia dan istrinya telah lama menjadi TKI di Malaysia. Ia bekerja di ladang sawit. Sedangkan istrinya bekerja di A�perkebunan terong. Ilmi mengaku keduanya menikah ketika berada di Malaysia.

Sehari sebelum A�kapal tenggelam Ilmi mengaku masih mengontak istrinya. Namun, komunikasi terakhir Eneng sejak awal sudah memberitahu kalau dia akan mematikan HP-nya selama dalam perjalanan pulang menuju Batam. a�?Makanya saya nggak khawatir. Tapi setelah saya dengar ada berita kapal tenggelam, saya langsung was-was,a�? kata Ilmi dengan nada sedih.

Ilmi mencoba beberapa kali menelpon istrinya. Namun ternyata tetap tidak bisa dihubungi. Ia pun akhirnya mencoba menghubungi salah seorang kenalannya di Batam.

a�?Teman saya yang di Batam bilang, nanti kalau dia ketemu akan dia kabari,a�? tutur Ilmi.

Namun, tak lama berselang ia mendapat panggilan dari handphone istrinya. Sayang suara yang ada di hand phone tersebut abukanlah suara istrinya. Melainkan suara dari kenalannya yang ada di Batam. Ia memberitahukan kalau istrinya menjadi salah satu korban kecelakaan tersebut dan dipastikan meninggal.

a�?Saya tidak dapat berbicara apa-apa. Orang tua saya dan keluarga yang ada di sini menangis karena mereka belum sempat bertemu dengan Eneng,a�? kata Ilmi.

a�?Saya sudah ditelpon kemungkinan jenazah istri saya akan dipulangkan hari ini (kemarin, Red) atau besok pagi (hari ini, Red),a�? ungkapnya.

Terkait pilihannya menjadi TKI melalui jalur ilegal, Ilmi menyadari hal tersebut memang salah. Ia pun sadar risiko yang mereka hadapi sangat membahayakan nyawa mereka sendiri. Namun ia mengaku pilihan tersebut diambil karena proses menjadi TKI melalui jalur resmi dianggap ribet dan menyusahkan.

a�?Kalau kita lewat jalur resmi prosesnya ribet. Sekarang kita mendaftar, tahun depan baru bisa berangkat. Nanti gaji kami juga banyak dipotong,a�?ungkap Ilmi.

Terpisah, Sekretaris Dinas Sosial tenaga Kerja dan Transmigrasi (STT) Lotim, H Ridatul Yasa mejelaskan, semua TKI yang ada dalam kapal tenggelam di Batam ini adalah TKI Ilegal. a�?Karena kami sudah coba cari datanya tapi tidak ada. Saya dikirimi data para TKI yang ada dalam kapal oleh BNP2TKI Provinsi. Jadi saya sudah cocokkan dengan data kami yang ada di sini. Tapi memang ternyata tidak ada,a�? bebernya.

Dengan kondisi ini, Yayak, sapaan karib Ridatul Yasa mengungkapkan ini sebagai salah satu risiko yang dihadapi oleh TKI ilegal. Oleh karenanya, ia meminta para TKI tidak mudah tergiur dengan segala kemudahan yang dijanjikan jika melalui jalur ilegal.

a�?Kita harus bersabar. Pikirkan dampaknya ke depan itu. Jangan mau mudah tapi harus menghadapai kesulitan di kemudian hari,a�? kata dia.

Selain Eneng, Ridatul mengaku mendapat laporan sejumlah TKI asal Lotim yang selamat. Total ada 11 orang TKI asal Lotim yang selamat. Mereka adalah M Radiah, Nurkholis, Senah, Zul Maryanto, Kholi, M Soleh, Anto, Jamal Arifin, Ahwan, Nasrudin dan Agus Suprianto. Sayangnya, Ridatul Yasa tidak merincikan alamat jelas asal para TKI ini.

a�?Karena ada lima orang resmi dan ada juga yang ilegal. Jadi setelah kami cari datanya banyak yang tidak teridentifikasi,a�? kata dia.

A�Korban yang meninggal dan hilang lainnya kini dijelaskan sedang dalam pencarian tim SAR gabungan Lanal Batam dan Polres Balerang. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost