Lombok Post
Metropolis

Belum Penuhi Standar Keselamatan Penumpang

kapal-sir-1
KAPAL CEPAT: Salah satu kapal cepat yang menggunakan enam mesin tempel mengangkut turis dari Bali ke Gili Trawangan saat berlabuh di Pelabuhan Bangsal, Sabtu (5/11) lalu.

MATARAM – Kapal-kapal cepat yang mengangkut wisatawan dari Bali ke Gili Trawangan ternyata bukan sungguhan. Tapi merupakan kapal a�?KWa�? atau tiruan. Menurut data Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB, kapal-kapal tersebut tidak termasuk kriteria kapal cepat. a�?Dugaan sementara ini bukan kapal cepat, tapi speed boat biasa yang dibikin cepat,a�? kata Kepala Dishubkominfo NTB Lalu Bayu Windya, Sabtu (5/11) lalu.

Menurutnya, kapal cepat yang boleh membawa penumpang dari Bali ke Lombok adalah kapal dengan kriteria High Speed Craft (HSC) atau kapal dengan kecepatan tinggi yang memiliki standar pelayanan khusus. Seperti Kapal Tenggara II yang berlayar dari Teluk Benete ke Labuhan Lombok, termasuk Kapal Mabua. Sementara kapal-kapal yang mengangkut wisatawan dari Bali ke gili hanya dikasi enam sampai delapan mesin tempel biasa sehingga berlari kencang. a�?Ibaratnya mobil Avanza dikasi mesin formula one, tapi tidak aman,a�? ujarnya.

Kondisi ini menurutnya jelas sangat membahayakan penumpang. Terutama wisatawan yang ingin berlibur ke gili. Apalagi kapal-kapal tersebut tidak memiliki standar pelayanan yang memadai. Mereka membiarkan penumpang naik hingga di atas kapal. Padahal untuk kapal cepat yang asli tidak membolehkan karena mengancam keselamatan penumpang. a�?Sangat berbahaya,a�? katanya.

Bayu Windya menyebutkan, saat ini terdapat 29 kapal yang berlayar dari Padangbai langsung ke Gili Trawangan. Dalam tiga bulan terakhir ada tiga kali terjadi kecelakaan. Di sisi lain, tiga gili ini masuk dalam kawasan konservasi nasional. Sementara kapal-kapal tersebut langsung bersandar di pasir-pasir pantai sehingga dikhawatirkan merusak lingkungan. Mestinya, kapal-kapal dari Bali itu berlabuh terlebih dahulu di Pelabuhan Bangsal atau Teluk Nara.

Untuk hal ini, Gubernur NTB sudah menerbitkan SK untuk melakukan penertiban. Gubernur juga sudah bersurat ke Kementerian Perhubungan, isinya meminta menteri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap 29 kapal yang beroperasi. Tidak hanya dalam rangka penertiban, tapi juga memastikan standar perlayanan yang diterapkan.

Sebab untuk sebuah kapal cepat dari Pulau Bali ke Lombok, banyak syarat yang harus dipenuhi. Pertama, tidak boleh menggunakan fiberglass yang mudah pecah, harusnya alumunium ke atas. Ada juga ketentuan tentang mesin yang harus HSC, dan bahan bakar bukan bensin tetapi solar yang tidak mudah terbakar. Termasuk fasilitas kesalamatan dan standar evakuasi. Semuanya harus dipenuhi untuk bisa berlayar, semuanya itu demi keselamatan penumpang. a�?Ini menyangkut nama baik daerah dan negara,a�? katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB Lalu Mohammad Faozal mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait keberadaan kepal cepat tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya hal ini ke Dishubkominfo. Tapi ia yakin penertiban kapal cepat tidak akan mengurangi kunjungan wisatawan ke gili. (ili/r7)

Berita Lainnya

Jabatan Muslim Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post