Lombok Post
Metropolis

Gak Punya e-KTP, gak Bisa Nyoblos

ridwan-ktp
Kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram, H Ridwan.

MATARAM a��A� Jelang pilkada serentak tahun 2018, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram, bekerja makin keras. Mereka mendata sisa target 5000 jiwa wajib KTP dari 296 ribu jiwa yang ditargetkan untuk Kota Mataram. Sebab, jika sampai Mei 2017, warga yang tidak memiliki KTP elektronik (e-KTP) terancam tak bisa memberikan hak suara pada pilkada serentak 2018 nanti.

a�?Sisanya ini yang masih kita cari,a�? kata Kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram, H Ridwan.

Memang ada rentang waktu beberapa bulan, menuju tahun 2018 dari batas akhir Mei 2017. Namun waktu itu akan digunakan untuk menyiapkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemenagri). Di samping persiapan pendataan, verifikasi data diri penduduk yang direkam, hingga pencetakan e-KTP.

Dasar perekaman itu yang akan digunakan untuk mengeluarkan DP4. Sebab, calon pemilih sudah tidak boleh lagi menggunakan kartu identitas lain, selain e-KTP. Baik berupa KTP sementara, KK, atau identitas lainnya.

a�?Tidak boleh pakai surat keterangan apapun, selain e-KTP,a�? terangnya.

Pihaknya saat ini pun proaktif, bersurat ke lurah-lurah meminta, meminta data penduduk yang belum punya e-KTP. Terutama warga yang tergolong uzur. Nantinya, mereka akan dimudahkan dalam melakukan perekaman. Disdukcapil akan menurunkan tim yang khusus merekam para warga uzur.

Dari 5000 ribu warga yang belum terdata, terdiri dari berbagai golongan. Tak hanya warga uzur, tetapi juga remaja yang usianya sudah menginjak 17 tahun. Ada juga warga kota yang masih berada di luar daerah. Hingga, warga yang tergolong tidak punya aktivitas sosial.

a�?Jadi selama ini mereka diam saja di rumah, nah itu harus kita data juga,a�? tandasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost