Metropolis

Kerusakan Alam Ancaman Pariwisata NTB

clean-up-sir

MATARAM – Kerusakan alam menjadi ancaman serius bagi pariwisata NTB. Dampak perambahan hutan dan pencemaran lingkungan bisa menurunkan kualitas destinasi wisata. Terlebih NTB sangat mengandalkan sektor pariwisata alam.A� a�?50 persen destinasi wisata kita masalahnya adalah kerusakan lingkungan,a�? kataA� Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal, kemarin (6/11).

Ia mengakui, lingkungan ini menjadi persolan serius yang harus disikapi dengan baik oleh semua pihak. Untuk itu, dalam Festival Pesona Gili Indah Disbudpar NTB memulai gerakan menanam sejuta pohon di setiap destinasi wisata. Gerakan ini ditandai dengan penanaman pohon flamboyan oleh Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin di Gili Trawangan.

Penanaman sejuta pohon ini akan dilakukan di 10 kabupaten/kota di NTB. Seperti Kabupaten Sumbawa Barat di Taliwang, Sumbawa di kawasan Batu Gong, Dompu di Lake-Doroncanga, Bima di Lawatan dan Pelabuhan Sape, Lombok Utara di tiga gili, Lombok Timur di Sembalun dan pantai bagian selatan termasuk Pantai Pink, Lombok Tengah di Selong Belanak, Mawun dan kawasan Mandalika Resort, dan di Lombok Barat ditanam di kawasan Gili Sudak, Gili Nangu dan sebagainya. a�?Pohon yang akan ditanam jenis flamboyan dan terangguli,a�? katanya.

Dengan gerakan sejuta pohon ini diharapkan kawasan destinasi wisata menjadi lebih baik, alamnya terjaga dan mendukung pengembangan ecotourism. Tidak sekadar menanam, pohon tersebut akan diupayakan tetap hidup hingga besar.

Selain gerakan sejuta pohon, dalam kegiatan itu juga dilakukan aksi clean up A�(kebersihan) di sepanjang Pantai Gili Trawangan. Gerakan bersih-bersih ini melibatkan anak-anak dan penduduk setempat. Tujuannya untuk menjaga kebersihan kawasan wisata.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin berharap, dengan adanya gerakan ini bisa menularkan spirit yang sama kepada semua pihak dalam menjaga lingkungan, khususnya destinasi wisata. Pihak yang paling berperan dalam menjaga lingkungan adalah masyarakat, pemerintah dalam hal ini hanya sebagai fasilitator.

Menurutnya, gerakan clean up dan penanaman pohon sangat penting, sebab untuk mendapatkan satu batang pohon besar butuh puluhan tahun.

Ia berharap, gerakan sejuta pohon ini tidak hanya sekadar menanam tetapi juga memeliharanya sampai besar. a�?Kemudian juga melestarikan di seluruh destinasi,a�? ujarnya. (ili/r7) A�A�

Related posts

BNN Itu Bukan Laundry!

Redaksi Lombok Post

Tim Medis Tangani 7.000 Lebih Pengungsi Sakit

Redaksi LombokPost

Tunggu Pilkada 2017

Iklan Lombok Post