Lombok Post
Kriminal

Tak Ada Ampunan Bagi Polisi Pengedar Narkoba

HASIL TANGKAPAN: Barang bukti berupa narkoba, uang, alat hisap sabu, serta satu korek api yang berbentuk senjata, didapatkan Ditresnarkoba Polda NTB dari tujuh terduga pengedar di Lombok Tengah, Selasa (2/11).

Peredaran narkoba semakin tak pandang bulu. Ironisnya, aparat kepolisian yang selama ini menjadi garda utama melawan kembali berhasil ditembus. Terakhir seorang polisi berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) di Polres Lombok Tengah ditangkap rekan-rekannya. Tuduhannya diduga kuat menjadi pengedar narkoba.

***

KARIR Bripka WD anggota Satuan Sabhara Polres Lombok Tengah (Loteng) dari korps kepolisian hampir tamat. Hal ini setelah dirinya ditangkap anggota A�Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB, Selasa malam (1/11) lalu. Dari keterangan saksi dan bukti yang disita, Ia diyakini merupakan salah satu pengedar narkoba di Loteng.

Kasus ini kemudian menambah panjang daftar anggota polisi yang terseret dalam peredaran gelap narkoba. Sebelum dia, sudah banyak polisi yang juga terlibat narkoba. Beberapa bulan terakhir tercatat ada tiga polisi harus dipecat karena kasus kepemilikan dan penyalahgunaan narkoba. Antara lain, Brigadir Sadra dari Polres Sumbawa, Brigadir M Fitra Masruri dari Polres Kabupaten Bima, dan Bripda Khotibul Umam dari Polres Mataram.

Tiga oknum yang dipecat ini, menyamai capaian pemecatan tahun lalu, terhadap anggota yang terlibat narkoba. Namun, untuk tahun ini, kemungkinan besar akan bertambah bila melihat kasus dugaan kepemilikan narkoba dari Bripka WD.

Penangkapan Bripka WD cukup membuat membuat heboh. Apalagi jika melihat jumlah barang bukti yang disita dari kediaman Bripka WD di jalan Mahoni Lingkungan Perumnas Tampar-Ampar, Jontlak, Praya, Loteng Selasa malam (1/11).

Ketika menggerebek rumah Bripka WD, polisi menemukan barang bukti bubuk kristal putih yang diduga sabu seberat 41,12 gram, enam pil diduga inex dengan berat 20,04 gram, serta satu timbangan. Bukan itu saja, polisi juga menyita uang tunai yang disembunyikan di lantai rumah bersangkutan sebesar Rp 7 juta, di dalam tas Rp 5 juta, dan di dalam koper Rp 86 juta.

Tak hanya itu, rekam jejak yang bersangkutan, selama berkarir di Polres Loteng ternyata memiliki catatan hitam. Dirinya bahkan sempat dijatuhi hukuman indisipliner karena jarang masuk kantor. Namun, kali ini lain cerita. Hukuman pemecatan sepertinya A�tinggal menunggu waktu. a�?Insya Allah, pemecatan menunggu,a�? tegas dia.

Langsung Pecat Untuk Polisi Narkoba

Rupanya, anggota Satsabhara Polres Loteng ini telah lama menjadi incaran polisi. Ditresnarkoba Polda NTB sudah mengendus aktivitas Bripka WD yang diduga terlibat jual beli narkoba. Hanya saja, polisi kesulitan menangkapnya, karena belum memiliki bukti yang kuat.

a�?Memang kami sudah lama mengincar yang bersangkutan,a�? ungkap Kapolda Brigjen Pol Umar Septono.

Karena itulah Umar menegaskan, tidak akan memberi toleransi kepada siapa pun anggotanya yang terlibat narkoba. Termasuk, Bribka WD. Apalagi, yang bersangkutan sejak lama diawasi gerak-geriknya, karena diduga melakukan perbuatan yang menyimpang.

a�?Hukum tetap kita tegakkan,a�? katanya.

Mengenai indikasi adanya jaringan lain atau anggota polisi lainnya yang terlibat, Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan, kasus Bripka WD masih didalami. Penyidik sedang meminta keterangan untuk mengungkap sumber barang haram itu. Termasuk jaringan Bripka WD.a�?Kami sedang usut jaringan Bripka WD,a�? katanya kepada Lombok Post.

Tri Budi belum bisa memastikan dari mana sumber barang itu. Apakah disuplai dari luar daerah atau bukan. Saat ini, lanjut dia, penyidik sedang melakukan pengembangan. a�?Sumber barangnya masih kami selidiki,a�? ungkap dia.

Dia mengungkapkan, Bripka WD sudah dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Dia juga telah ditahan untuk kepentingan penyidikan. a�?Kami tahan di polda,a�? terang dia.

Sementara itu, menyikapi masih adanya keterlibatan oknum anggota polisi yang terlibat narkoba, Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Agus Sarjito berkomitmen, untuk mereka yang terlibat narkoba agar diberikan sanksi tegas berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

a�?Komitmen dengan pimpinan, kalau ada yang terlibat, langsung PTDH,a�? saran dia, belum lama ini.

Selain dikenakan pidana umum, sanksi berupa PTDH, menurut Agus akan membuat anggota tidak berani bermain-main dengan narkoba. a�?Harapannya memang seperti itu,a�? katanya.

Terlepas dari itu, Agus mengimbau anggotanya lebih waspada. Tidak tergiur dengan keuntungan yang dihasilkan dair penyalahgunaan narkoba. Dirinya berharap, anggotanya menghargai pekerjaan polisi sebagai aparat penegak hukum dan panutan di masyarakat. (dit/dss/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost