Lombok Post
Metropolis

Awas, Jangan Menikah Muda!

sosialisasi
SERUAN TIADA HENTI: Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin (tengah) didampingi Ketua Umum BKOW NTB Hj Syamsiah Amin (kiri) dalam sosialisasi penundaan usia perkawinan di Gedung Sangkareang, kemarin.(7/11)

MATARAM – Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin mengingatkan seluruh lapisan masyarakat benar-benar awas terhadap pernikahan usia dini. Terutama pada para perempuan di NTB. Jangan sekali-kali menikah muda. Menikah kala usia masih belia, sama sekali tak membanggakan. Yang ada justru mengundang masalah.

Penegasan orang nomor dua di NTB ini disampaikan kala berbicara di hadapan para organisasi wanita penggerak aksi Pendewasaan Usia Perkawinan NTB yang hadir dalam sosialisasi penundaan usia perkawinan dan seminar kepemimpinan wanita yang diinisiasi Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) NTB di Gedung Sangkareang, Senin (7/11).

Apalagi, data Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana NTB menyebutkan, sebanyak 47,14 persen pernikahan dilakukan perempuan berusia 10-19 tahun. Sementara di sisi lain, banyaknya masalah pendidikan dan kesehatan di NTB, salah satunya disebabkan oleh banyaknya pula perkawinan usia dini.

Di sektor kesehatan, perkawinan usia dini meningkatkan jumlah kematian ibu dan anak. Juga angka kekerasan dalam rumah tangga. Itu sebabnya kata Wagub, perempuan dan laki-laki, harus berpikir matang-matang sebelum memutuskan menikah.

Dikatakan Ketua DPW Partai Nasdem NTB ini, persoalan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) ini menjadi perhatian serius NTB. Sebagai bukti, NTB tercatat sebagai provinsi pertama di Indonesia yang mengatur soal PUP. Melalui Surat Edaran Gubernur NTB, perempuan di NTB mestinya menikah paling cepat kala usianya sudah 21 tahun. a�?Laki-laki sebaiknya usia 25 tahun,a�? kata Wagub.

Wagub juga mengingatkan pentingnya segera terbangun pengertian, pemahaman, serta komitmen antara seluruh pemangku kepentingan, mitra kerja, dan masyarakat tentang tujuan dan makna PUP. Sebab, kesatuan gerak akan menjadi kunci suksesnya kampanye PUP di NTB.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Umum BKOW NTB Hj Syamsiah Amin mengatakan, NTB saat ini merupakan provinsi ketiga dengan laju usia pernikahan dini yang sangat pesat.

Karena itu, Syamsiah ingin organisasi wanita di seluruh NTB menjadi garda terdepan untuk untuk memberikan pemahaman pada anak-anak muda di NTB. Khususnya mereka yang bermukim di pedesaan-pedesaan. a�?Jangan sekali-kali menikah muda,a�? katanya mengingatkan.

Ditegaskannya, tak ada untung sama sekali seorang wanita dan laki-laki menikah muda. Apalagi di zaman kesetaraan seperti saat ini, dimana para perempuan juga memiliki ruang yang sama luasnya dengan laki-laki untuk berkarya dan berkiprah. Termasuk dalam hal menempuh pendidikan.

Seluruh anak muda kata dia harus sadar. Tak boleh ada pernikahan yang tanpa persiapan. Menikah itu kata Syamsiah butuh kesiapan fisik, mental maupun ekonomi. a�?Saatnya sekarang perempuan harus kuat. Dan itu akan bisa diwujudkan kalau perempuan tidak menikah muda,a�? tandasnya. (kus/r8)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost