Lombok Post
Headline Praya

Faktor Keamanan Hambat Pariwisata Loteng

PASIR PUTIH: Inilah keindahan pantai Selong Belanak Desa Selong Belanak, Praya Barat Lombok Tengah (Loteng), beberapa waktu lalu.

PRAYA – Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Tengah (Loteng) menyebutkan, keamanan merupakan kunci kemajuan pariwisata. Agar kondisinya aman, maka sumberdaya manusianya harus diperhatikan, tugas itu menjadi tanggungjawab bersama.a�?Ini yang kita pikirkan dan laksanakan kedepannya,a�? kata Kepala Dinas Budpar Loteng HL Muhammad Putrie, kemarin (7/11) usai menggelar pertemuan bersama pejabat Kementerian Pariwisata dan para pelaku pariwisata di ruang rapat kantor bupati Loteng.

Dalam pertemuan itu, kata Putrie semua pihak harus ikut mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. Jika situasi itu terwujud kunjungan wisatawan dipastikan meningkat. Begitu pula sebaliknya. Setelah itu, baru berpijak pada urusan kebersihan, keindahan dan kerahaman, sebagaimana tertuang dalam sapta pesona pariwisata.Di Gumi Tatas Tuhu Trasna, menurut Putrie keindahan alam dan pantainya, tidak perlu diragukan lagi. Tinggal bagaimana mengemas keindahan itu, dalam bentuk keamanan. a�?Itu saja,a�? kata pria asal Desa Ketare tersebut.

Untuk mewujudkannya, kata Putrie maka dimulai dari pembenahan sumberdaya manusianya. Dengan cara, meningkatkan kualitas pendidikan, keterampilan dan pemahaman tentang pariwisata. Setelah itu, baru memikirkan penanganan pembangunan ekonomi kemasyarakatannya, baik fisik maupun non fisik.a�?Jika semuanya berjalan aman dan lancar, maka barulah kita memperbanyak promosi dan event. Mohon dukungan seluruh elemen masyarakat Loteng,a�? seru Putrie.

Senada dikatakan Kabid Pengembangan Pariwisata Disbudpar Loteng Lalu Sungkul. Dikatakannya, peningkatan sumberdaya manusia dibidang pariwisata juga, menyangkut urusan pelayanan konsumsiA� kepada wisatawan. a�?Masak semua restoran memasak nasi goreng. Jadi, harus ada ciri khas masing-masing,a�? katanya.

Kebutuhan konsumsi, diakui Sungkul menjadi salah satu faktor utama, lama tinggalnya wisatawan. Jika mereka merasa tidak suka dengan makanan yang dihidangkan, maka mereka akan mencari tempat lain untuk dikunjungi. a�?Untuk itulah, keamanan harus diimbangi dengan kenyamanan,a�? katanya.

Domain urusan keamanan itu, tambah Sungkul ada ditangan aparat. Bukan Disbudpar, namun bisa dikerjakan bersama-sama, jika ada koordinasi. a�?Insya Allah, sesuai perintah bupati, wilayah Pujut kita mulai tingkatkan keamanannya,a�? sambung Camat Pujut Lalu Wiraksa.Ia mengaku, sudah menekankan kepada desa-desa yang bersentuhan langsung dengan pariwisata, agar memperhatikan penambahan anggaran operasional keamanan. Khususnya, mereka yang tergabung dalam badan keamanan desa (BKD). Kebijakan itu, wajib dilaksanakan di tahun 2017 mendatang. a�?Ini menjadi komitmen bersama,a�? kata Wiraksa.(dss/r2)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost