Lombok Post
Metropolis

Gelar Munas tanpa Kertas

koran-ldii
JELANG MUNAS: Pengurus LDII saat audiensi dengan Ketua DPR RI Ade Komarudin (empat dari kanan) di Jakarta, 12 Oktober lalu.

JAKARTA – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-8. Sejak berdiri tahun 1972, Munas inilah yang paling berbeda dibanding munas-munas sebelumnya. LDII mengharapkan munas bukan sekadar kegiatan rutin dan seremoni, namun memberikan perspektif baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua Panitia Pengarah Munas VIII LDII Prasetyo Sunaryo mengatakan, Munas kali ini merupakan cermin bahwa Islam sebagai rahmatan lil alamin. Di mana LDII memberikan solusi dalam berbagai persolan bangsa. Menurutnya, Munas bukan sekadar pertanggungjawaban pelaksanaan program, memilih ketua baru, dan menyusun arah organisasi.

a�?Tapi Munas sebisa mungkin cermin solusi atas masalah bangsa, dalam detail pelaksanaan,a�? ujar.

Prasetyo mencontohkan, penebangan hutan untuk berlembar-lembar kertas ataupun tisu, mengakibatkan keseimbangan ekosistem di bumi terganggu. Lalu muncul pemanasan global yang menjadi ancaman bagi umat manusia, karena hutan yang berfungsi menyaring polusi dan menjaga suhu bumi kian menyusut.

Solusinya, warga LDII telah melakukan gerakan masif dengan menanam 3,5 juta pohon di 12 provinsi. Setahun sekali, DPD LDII di seluruh Indonesia melaksanakan program Go Green. Gerakan penghijauan ini diterapkan pula dalam kehidupan sehari-hari dengan menanam pekarangan rumah dengan pepohonan yang bermanfaat.

Untuk itu, LDII menyelenggarakan Munas yang bebas kertas, sebagai kelanjutan Go Green. Semua materi pembicara, pendaftaran, dan administrasi di kesekretariantan Munas menggunakan email dan software khusus untuk menaruh dokumen. Peserta tinggal mengunduh. Pendaftaran peserta juga dilakukan secara online.

Langkah LDII menggelar munas tanpa kertas ini diapresiasi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Menurutnya, langkah LDII menggelar Munas tanpa kertas bisa diikuti oleh ormas lain. a�?Selain ramah lingkungan, juga menekan pegeluaran untuk menggelar Munas,a�? kata Lukman Hakim saat audiensi dengan pengurus DPP LDII, Kamis (3/11) lalu.

Munas ke-8 ini LDII mengangkat tema a�?Keniscayaan Peningkatan Kualitas SDM, Kemampuan Pendayagunaan Teknologi Digital, dan Pengembangan Ekonomi Syariah untuk Pembangunan Indonesia Berkelanjutana�?. Pemilihan tema ini berangkat dari sukses LDII dalam lima tahun terakhir melaksanakan program pembangunan manusia yang profesional religius.

Sementara itu Ketua DPP LDII Chriswanto Santoso mengatakan, peningkatan kualitas SDM, dilakukan LDII dengan melakukan pembenahan mendasar dengan memperbaiki kualitas pendidikan nasional. Sebab pendidikan merupakan alat utama untuk menciptakan SDM yang berkualitas. Persoalannya, bangsa Indonesia kurang menghormati guru, mengingat berbagai kasus kriminalisasi terhadap guru. Guru di sini bukan sekadar pengajar di sekolah maupun kampus, tapi juga para mubalig dan mubaligot.

a�?Tanpa penghormatan terhadap guru, dapat dipastikan kualitas pendidikan bakal rendah,a�? ujar Chriswanto.

Gerakan moral menghormati guru ini akan digaungkan pada Munas ke-8 LDII. Sebab pada prinsipnya, bila guru dihormati, dengan sendirinya guru akan merespon, sehingga ia akan meningkatkan kualitas dirinya. Gerakan ini menjadi konstribusi untuk memperbaiki dunia pendidikan. Bangsa-bangsa dengan kualitas SDM yang bagus seperti Amerika Serikat, Norwegia, Finlandia, Korea Selatan memiliki budaya menghormati guru yang bagus.

Ketua Panitia Munas ke-8 LDII Rully Kuswahyudi mengatakan, Munas ini diselenggarakan pada 8-10 November di Balai Kartini, Jakarta. Rencananya akan dihadiri 1.500 peserta yang terdiri dari para dewan penasehat, pengurus DPP LDII, DPW, dan DPD, serta para ulama, pengasuh pesantren, hingga pengurus yayasan sekolah-sekolah milik warga LDII maupun yayasan di bawah pengelolaan LDII.

Selain memilih ketua umum dan kepengurusan yang baru, Munas kali ini akan merumuskan berbagai perubahan di dalam tubuh organisasi sesuai gerak zaman. Rully yang juga Ketua Departemen Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPP LDII mengatakan, Munas ke-8 akan dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan dihadiri pula oleh Presiden Joko Widodo yang dijadwalkan akan hadir pada hari kedua.

Munas ini diharapkan dapat menampung seluruh aspirasi dan pemikiran warga LDII melalui para delegasi. Pemikiran-pemikiran itu nantinya selain menjadi arah program LDII, juga menjadi masukan bagi pemerintah untuk melaksanakan program-program pembangunan. (ili/r7/*)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost