Headline Selong

Korban Asal Lotim Bertambah

keluarga-tki-2

SELONG – Korban TKI asal Lombok Timur (Lotim) dalam insiden kapal tenggelam di Batam, Kepulauan Riau bertambah. Itu setelah keluarga salah seorang warga Lotim asal Desa Moyot Kecamatan Sakra mengungkapkan bawa korban meninggal dalam kapal tersebut adalah keluarganya. Ia berani memastikan hal tersebut karena telah melihat sendiri jenazah korban melalui tayangan televisi.

“Tadi pagi (kemarin, Red) saya ditelpon dari pihak yang ada di Batam. Dia mau minta sampel rambut dan darah anak saya untuk mencocokkan DNA korban yang meninggal adalah Baharudin suami saya,” ungkap Maisarah, pasrah.

Identifikasi itu dikatakan penting dilakukan untuk memastikan identitas jenazah korban yang meninggal. Agar jenazah tersebut bisa dipulangkan ke tempat asalnya. “Kemungkinan mereka yang akan meminta tim ke sini, bukan kami yang ke Batam,” ujar Zakaria, keluarga Baharudin.

Meski proses pencocokan DNA belum dilakukan, namun Maisarah sudah yakin kalau jenazah korban yang meninggal adalah suaminya. Itu setelah ia melihat tayangan jenazah korban kapal tenggelam di salah satu stasiun TV. “Iya itu memang suami saya. Saya mengenal dengan pasti wajahnya,” akunya.

Sehingga, meski belum ada kepastian dari pihak yang ada di Batam baik BP3TKI maupun Dinas Tenaga Kerja, harapan untuk melihat suaminya masih hidup sudah sirna. Satu-satunya harapannya saat ini hanya ingin melihat jenazah suaminya segera dipulangkan.

Baharudin, dikatakannya sebagai korban meningal yang pertamakali dievakuasi. Dari sejumlah hasil evakuasi, suaminya merupakan jenazah nomor urut 001. Kini ia pun bersama anak semata wayangnya Irwan Rahadi yang baru berusia empat tahun menunggu kepulangan jenazah suaminya.

Diceritakannya, suaminya berangkat ke Malaysia sekitar tahun 2014 lalu menggunakan paspor pelancong. Kini suaminya memilih pulang lewat jalur gelap karena di Malaysia Baharudin beberapa kali lari dari tempat kerjanya. Sehingga statusnya pun menjadi TKI ilegal.

“Terakhir saya nelpon dia bilang mau berhenti jadi TKI. Ini jadi yang terakhir kali,” tutur Maisarah.

Ia pun senang dengan keputusan suaminya tersebut. Karena dengan demikian ia bisa selalu bersama mecari nafkah di Lotim. Sayang, itu adalah kata-kata terakhir yang ia dengar dari suaminya. “Setelah telpon terakhir itu, telponnya nggak pernah aktif lagi sampai sekarang,” ucapnya.

Kini, belum ada kepastian kapan jenazah Baharudin bisa dipulangkan. Pihak keluarga hanya bisa berharap jenazah Baharudin bisa dipulangkan secepatnya agar bisa segara dimakamkan.

Terpisah, Sekretaris Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigraasi (STT) H Ridatul Yasa mengungkapkan yang pasti korban meninggal asal Lotim bertambah. Dari yang semula hanya satu orang yakni Anting Fatmawati TKW asal Pijot, kini korban TKI meninggal bertambah atas nama Mustar warga Dusun Buntiang Sakra Barat. “Jenazah Mustar dari info yang kami terima melalui BNP2TKI akan dipulangkan ba’da maghrib hari ini (kemarin, Red),” kata Ridatul.

Sementara untuk Baharudin, ia belum berani memastikan bahwa TKI tersebut merupakan warga asal Lotim. “Karena memang harus melalui proses identifikasi dulu baru bisa kita pastikan kalau korban adalah warga Lotim,” tandasnya. (ton/r2)

Related posts

Buru Tekong dari Dua Arah

Iklan Lombok Post

Fisik dan Nomor Mesin Diperiksa

Iklan Lombok Post

Merariq Kodeq Biang Kerok Masalah

Iklan Lombok Post