Lombok Post
Sumbawa

Pelaku dan Saksi Beda Pengakuan

REKONSTRUKSI : Polisi melakukan rekonstruksi atas pembunuhan Nayla. Dalam kasus ini polisi menetapkan satu orang tersangka yang tak lain pacar ibu korban.

SUMBAWA – Untuk mengetahui kejelasan penyebab kematian Nayla Ramadhani, bocah yang tewas diduga dianiaya kekasih ibunya, polisi melakukan rekonstruksi. Dalam rekonstruksi yang dilakukan kemarin, pelaku dan saksi memiliki pengakuan yang berbeda.

Pantauan Radar Sumbawa (Lombok Post Group) rekonstruksi yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Yusuf Tauziri ini dilakukan di dua lokasi di Dusun Empang. Rekonstruksi ini juga dihadiri oleh pelaku berinisial Sp, ibu Nayla berinisial NL dan sejumlah saksi lainnya. Rekonstruksi yang terdiri dari delapan adegan ini dikawal ketat sejumlah anggota kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Adegan pertama dilakukan di TPQ di Dusun Empan. Dalam adegan ini diperagakan bahwa saat itu NL tengah menggendong Nayla di dalam TPQ. Sementara di luar ruangan TPQ, Sp sedang duduk bersama dua saksi lainnya.

Karena menangis, NL kemudian keluar. Setelah itu, Sp masuk dan menggendong Nayla. SP menghampir Nayla dengan rokok yang masih menempel di mulutnya. Saat hendak menggendong Nayla yang saat itu tergeletak di lantai, rokok Sp mengenai wajah Nayla.

Rekonstruksi kemudian dilanjutkan ke adegan kedua. Sp menggendong Nayla dan membawanya di gazebo yang ada di samping bangunan TPQ. Kemudian, Sp meletakkan rokoknya di pinggir gazebo. Setelah itu, dia menidurkan Nayla di gazebo tersebut.

Adegan ketiga, dilaksanakan di rumah milik pelaku yang jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi pertama. Di rumah tersebut pelaku memperagakan mengangkat dan menggendong Nayla dari atas tempat tidur. Sebab, Nayla buang air di atas tempat tidur tersebut. Saat hendak di bawa ke kamar mandi, Sp mengaku bahwa Nayla menggigit dada sebelah kirinya.

Untuk melepas gigitan itu, Sp mencoba untuk memegang hidung Nayla. Karena tidak dapat memegang hidung, Sp langsung menggigit pipi Nayla. Dengan tujuan agar gigitan itu terlepas.

Pada adeganA� kelima, diperagakan saat Sp diduga mencekik dan mengangkat Nayla di atas tembok. Kejadian ini disaksikan oleh dua orang saksi yang berada di samping rumah pelaku melalui jendela. Namun dalam adegan ini pelaku dan saksi memiliki pengakuan yang berbeda.

Dua saksi yang berstatus sebagai suami istri itu melihat bahwa pelaku mencekik Nayla. Bahkan hingga membuat Nayla terangkat sambil tertempel di tembok ruangan tersebut.

Sementara itu, menurut versi pelaku, dia tidak mencekik Nayla. Melainkan mengangkat Nayla. Sebab, Nayla buang air dalam bak yang ada di ruangan tersebut. Pelaku juga membantah dia menempelkan tubuh Nayla ke tembok. Sebab, ada paku yang tertancap di tembok tersebut.

Rekonstruksi kasus tersebut menyedot perhatian warga sekitar. Aparat kepolisian yang ikut berada di sekeliling rumah. Dari awal hingga akhir adegan, rekonstruksi ini berjalan dengan lancar.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Yusuf Tauziri yang dikonfirmasi seusai kegiatan mengatakan, pihaknya sudah memasuki tahap penyidikan dalam kasus tersebut. Rekonstruksi ini dilakukan untuk memperjelas kembali pemeriksaan yang sudah dilakukan.

a�?a��Rekonstruksi ini bagian dari giat pemeriksaan yang sudah dilakukan,a�? ujarnya.

Dijelaskan, agar pihaknya lebih yakin setelah melakukan pemeriksaan saksi dan pelaku, pihaknya melakukan rekonstruksi ini. Dalam rekonstruksi ini dilakukan beberapa adegan. Yakni saat pelaku diduga menyulutkan api rokoknya. Kemudian saat pelaku menggigit dan diduga mencekik korban Nayla. Dugaan penganiayaan ini diduga dilakukan pada adegan kelima saat pelaku diduga mencekik Nayla. (run/r4)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya