Lombok Post
Feature

Penonton Tinggal Pilih Spot Paling Menarik

boks
PANTANG MENYERAH: Peserta difable di tengah-tengah pelari lainnya melintas di dekat Central Park menjelang finish NYC Marathon 2016, Minggu (6/11) waktu setempat.

New York City (NYC) Marathon tak hanya menawarkan pengalaman yang tak tergantikan kepada pelari. Penonton pun mendapat suguhan yang tak terlupakan pada satu di antara enam world marathon majors itu.

***

DENGAN bersemangat, Sarah memimpin cewek-cewek penabuh genderang dari Fogoazul di 92nd St, kawasan dekat Bay Ridge, New York, Amerika Serikat. Tempat itu adalah spot paling pas untuk melihat gelombang pelari yang baru keluar dari Jembatan Verrazano-Narrow. Begitu sekitar 50 ribu pelari secara bergelombang dari kejauhan tampak menyerbu jembatan itu, Sarah dan tim berjuluk Gothama��s Heartbeat tersebut langsung menabuh genderang bertalu-talu.

a�?You can make it!a�? seru Sarah kepada para pelari yang melintas. Begitu pula penonton yang berbaris rapi di jalur itu.

Bukan hanya penonton di jalan yang menikmati event yang selalu digelar pada hari Minggu pertama November tersebut. Para penghuni beberapa rumah yang dilewati pelari juga menonton dari balkon masing-masing. Semua ingin menyemangati para pelari.

Kota New York hari itu memang total disiapkan untuk NYC Marathon. Panitia tidak hanya menyiapkan kenyamanan bagi pelari. Penonton yang diperkirakan mencapai 1 juta orang (260 ribu di antaranya adalah turis) memang menjadi bagian penting.

Panitia telah menyiapkan sejumlah spot menarik bagi penonton. Jika ingin atmosfer santai dengan deretan restoran dan bar, misalnya, bisa menonton di sekitar First Avenue, Manhattan. Jika ingin melihat tawa, tangis, dan jeritan para pelari yang bersiap menembus garis finis, bisa menyaksikan di 5th Avenue Central Park Street yang masyhur.

Mariko Koga, yang kemarin menonton bersama anak balitanya, takjub dengan penyelenggaraan NYC Marathon. a�?Luar biasa. Aku tak sabar melihat suamiku melintas,a�? kata Mariko, yang kemarin berada di depan The Plaza, hotel dengan atap yang selalu dihinggapi ratusan burung dara yang sewaktu-waktu terbang ke arah Central Park dan Apple Store. Satoshi, suaminya, melintas sekitar pukul 15.00 atau 4,5 jam setelah start sambil mengepalkan tangan tanda semangat untuk istri dan anaknya.

Untuk membantu penonton menemukan posisi kerabat yang berpartisipasi, penyelenggara menyediakan aplikasi tracking. Di situ akan terlihat estimasi posisi, estimasi waktu menuju setiap mil, pace, serta perkiraan finis.

Penonton lain yang tak memiliki kerabat pelari pun tak kalah antusias dalam memberikan semangat. Apabila pelari menuliskan nama di kausnya, para penonton akan meneriakkan nama si pelari. a�?Ayo Andres! Sebentar lagi!a�? teriak penonton.

Noviana Sadikin, peraih podium kelima Pre-Event Road to Jawa Pos Fit East Java Half-Marathon 2016, juga berpartisipasi bersama Gunawan Hadiwidjaja, suaminya. Keduanya ikut kategori full marathon (42,195 km). Novi juga terkesan dengan antusiasme penonton di ajang itu. Pasangan tersebut berlari dengan mengenakan running tee berwarna pink Jawa Pos Fit. Running tee yang sama digunakan peserta Jawa Pos Fit East Java Half-Marathon di Jembatan Suramadu. Kebetulan, NYC Marathon dan Jawa Pos Fit East Java Half-Marathon diadakan pada hari yang sama.

a�?Yang membedakan dengan event di Indonesia memang keterlibatan penonton. Semua antusias menyemangati. Bahkan, ada pula yang membagi-bagikan pisang,a�? kata anggota komunitas lari WeeRun itu.

Bagi Novi, yang paling berkesan dalam NYC Marathon adalah jembatan-jembatan yang dilalui. Yang utama tentu saja Jembatan Verrazano-Narrows, yang selalu menjadi ikon NYC Marathon. Jembatan yang biasanya padat dengan kendaraan itu dalam beberapa menit menjadi lautan pelari. Mereka menyusuri jalur atas, jalur samping barat, serta lajur bawah.

Gelombang itu menciptakan sensasi tersendiri. a�?Anginnya luar biasa,a�? kata perempuan yang juga meraih podium Grip the Road 10K Surabaya 2016, Lamongan Beach Run 10K 2016, dan Bali Marathon 2016 itu.

Ada pula beberapa jembatan lain yang dilalui. Salah satunya Pulaski Bridge, yang berada 21,1 kilometer dari garis start dan menjadi penanda separo perjalanan untuk memasuki Long Island City, Queens.

Gunawan Hadiwidjaja, yang harus berjibaku dengan cedera kaki, menjadikan prestasi finis NYC Marathon sebagai penyemangat untuk mengikuti major event selanjutnya. a�?Februari nanti kami akan ke Tokyo Marathon,a�? kata Gunawan.

Ajang yang start dari Staten Island dan finis di Central Park itu akhirnya memberikan 49.595 medali kepada finisher. Waktu rata-rata yang dicapai para peserta dari ratusan negara tersebut 4 jam 38 menit. Pelari tercepat adalah Ghirmay Ghebreslassie dari Eritrea, Afrika, dengan catatan waktu 2 jam 7 menit 51 detik. Dia berhak atas hadiah USD 100 ribu atau setara Rp 1,3 miliar. Untuk kategori perempuan, juaranya adalah Mary Keitany dari Kenya dengan catatan waktu 2 jam 24 menit 26 detik. (SOFYAN HENDRA, New York/c11/tom/JPG/r8)

Berita Lainnya

Bilik Bercinta di Tempat Pengungsian yang Tinggal Cerita

Redaksi Lombok Post

Pengalaman Dramatis Pendaki Terjebak Gempa di Gunung Rinjani (1)

Redaksi Lombok Post

Mereka yang Tetap Tegar Menghadapi Gempa di Sambelia

Nasihat Mendiang Ayah Menjadi Pegangan Hidup Zohri

Mengunjungi Lalu Muhammad Zohri, Sang Juara Dunia

Lalu Muhammad Zohri, Sprinter Muda NTB yang Sabet Juara Dunia

Melihat Festival Layang-Layang Raksasa di Pantai Loang Baloq

Kisah Penambang yang Lolos dari Lubang Maut Sekotong (1)

Festival Seribu Bedug di Pulau Seribu Masjid

Redaksi Lombok Post