Lombok Post
Selong

TKI Korban Kapal Tenggelam Tanpa Santunan?

wabup
Wakil Bupati Lotim Herul Warisin

SELONG – Menjadi TKI ilegal seolah jalan terakhir yang harus dipilih sejumlah warga Lombok Timur (Lotim) untuk mengubah jalan takdirnya. Tak peduli apapun resikonya. Terakhir sejumlah TKI Lotim menjadi korban musibah teggelamnya kapal pengangkut di perairan Batam, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu. Bahkan dua diantaranya meninggal dunia. Meski mejadi korban mereka sulit mendapatkan santunan dari pemerintah.

“Memang untuk santunan kejadian seperti ini tidak ada kita anggarkan. Namun kami nanti akan coba koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja,” kata Wakil Bupati Lotim Herul Warisin kemarin saat ditemui di Pendopo Bupati Lotim.

Nampaknya, kejadian seperti ini tidak pernah diperhitungkan oleh pemerintah Lotim. Sehingga, sekadar untuk santunan pun tak pernah dianggarkan. Padahal, keberadaan TKI ilegal di Lotim jumlahnya nyata dan terus bertambah.

“Kedepan sosialisasi yang harus diperbanyak. Kita juga berupaya mempermudah proses administrasi keberangkatan TKI lewat jalur resmi,” sambung Wabup.

Terkait rencana untuk memberikan subsidi biaya pemberangkatan bagi TKI yang melalui jalur resmi, Wabup meberikan tanggapan. “Silahkan Dinas STT merencanakan dan menyusun anggarannya. Laporkan ke kami. Kalau memang anggaran memungkinkan, kenapa tidak,” ujarnya.

Dengan kondisi saat ini, sejumlah pihak merasa prihatin dengan pemerintah yang terkesan membiarkan keberadaan TKI ilegal. Ketua KNPI Lotim, Taufik membeberkan bahwa tidak ada keseriusan dari pemerintah menekan TKI ilegal. “Kalau memang serius, harusnya ada upaya jelas yang dilakukan. Tapi ini kan tidak ada sama sekali upayanya. Makanya kejadian ini saya pikir akan membuka mata Pemerintah NTB dan juga Lotim,” jelasnya.

Pemerintah dinilai seolah menggiring warganya beramai-ramai menjadi TKI. Hal ini bisa dilihat dari sulitnya lapangan kerja yang ada di daerah. Sehingga, muncul anggapan bahwa menjadi TKI satu-satunya jalan untuk bertahan hidup.A� “Kalau mau menekan TKI ilegal, PJTKI yang nakal ini yang sebenarnya juga harus ditindak. Karena di sini kan mereka yang ikut bermain,” jelas Taufik.A�(ton/r2)

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost