Headline Praya

Bocor, Kemana Uang Parkir Mengalir?

PRAYA –A�Untuk meminimalisirA� kebocoran retribusi parkir di Lombok Tengah (Loteng), Pemkab setempat akan memberlakukan penggunaan alat parkir otomatis, seperti di bandara atau supermarket di Kota Mataram. Pengadaannya, direncanakan pada APBD murni tahun 2017 mendatang.a�?Sedangkan lokasinya, difokuskan sementara di pusat pertokoan Praya, rumah sakit dan pelayanan umum lainnya,a�? kata Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, kemarin(8/11).

Tiga tempat itu, diakui Pathul menjadi penyumbang terbesar retribusi parkir di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Namun, karena pengelolaannya yang tidak jelas, dan lagi minimnya pengawasan kebocoran pun tidak bisa dihindari.

Pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir sendiri, lanjutnya tidak sebanding dengan jumlah kendaraan dan titik-titik parkir yang tersebar di 12 kecamatan di seluruh Loteng. Per tahunnya, antara Rp 200 juta-Rp 300 juta saja. Angka itu, cukup kecil, sehingga Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) diminta lebih kreatif dan inovatif.a�?Begitu diberlakukannya alat parkir, kita berharap bisa menggenjot PAD,a�? kata Pathul.

Alat parkir yang dimaksud, apakah akan dipihak ketigakan atau dikelola sepenuhnya oleh Dishubkominfo, Pathul masih menunggu kajian hukum dan sosialnya. Jika dikelola pihak ketiga, namun hasilnya sama saja, maka lebih baik dikelola langsung pemerintah. Begitu pula sebaliknya.a�?Penataan area parkir untuk di pusat pertokoan Praya, sedang dikerjaan. Kedepan, parkir motor dan mobil diarahkan ke sisi selatan,a�? seru orang nomor dua di Loteng tersebut.

Malam harinya, tambah Pathul area parkir yang dimaksud akan digunakan untuk pasar malam dan pasar kuliner. Sehingga, parkir pun akan menyesuaikan. Begitu pula di rumah sakit umum daerah (RSUD) Praya dan pelayanan umum lainnya seperti, klinik kesehatan, apotek, alun-alun Tastura.a�?Sambil menunggu kebijakan itu diterapkan, kami berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir kebocoran,a�? kata Kepala Dinas Hubkominfo Lalu Agung Purnama, terpisah.Ia mengaku, kebocoran retribusi itu terjadi, Karena memang minimnya pengawasan. Di satu sisi, sumberdaya manusia yang bertugas terbatas, begitu pula anggaran. Kendati demikian, pihaknya kedepan akan merekrut petugas pendamping juru parkir dan juru pungut.

Yang terjadi saat ini, kata Agung surat keputusan (SK) juru parkir yang harusnya diperuntukkan satu orang, namun digunakan banyak orang. Satu titik area parkir, bisa dua atau tidak orang yang bertugas. Padahal, itu tidak boleh. a�?Ini yang akan kita tertibkan juga,a�? katanya.

Dari data di Dinas Hubkominfo, tambah Agung jumlah SK yang diterbitkan dinasnya berjumlah 70 orang. Mereka bertugas menjadi juru parkir di 45 titik. a�?Mohon masyarakat membantu kami, ikut mengawasi,a�? serunya.(dss/r2)

Related posts

PPN Awang Beroperasi Akhir Tahun Ini

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Senggigi Kehausan

Redaksi Lombok Post

Sisi Lain Bakal Cagub NTB (3) : Ali BD Senang Berkebun dan Suka Makan Singkong

Redaksi Lombok Post