Lombok Post
Kriminal

Kasus bank muamalat mataram mulai Disidang

SIDANG PERDANA: Terdakwa Dini Yuliani saat menjalani sidang perdana kasus dugaan penggelapan dana nasabah Bank Muamalat Mataram, di Pengadilan Negeri Mataram, kemarin (8/11).

MATARAM – Terdakwa Dini Yuliani, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Mataram, kemarin (8/11). Perempuan 37 tahun ini diadili dalam perkara penggelapan dana nasabah di Bank Muamalat Cabang Mataram.

Sidang yang berlangsung sekitar pukul 12.00 Wita,A� dipimpin ketua majelis hakim Didiek Jatmiko. Agendanya pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Huznul Raudah. Selama menjalani sidang, Dini didampingi penasihat hukumnya Zimam Al Haq dan Iskandar serta keluarganya.

Dalam dakwaannya, JPU menuduh terdakwa yang saat itu menjabat Account Manager Bank Muamalat Mataram, melakukan pencatatan palsu dalam pembukuan rekening di bank syariah tersebut. Perbuatan terdakwa bertentangan dengan undang-undang dan mengakibatkan kerugian bagi bank.

Menurut jaksa pencatatan palsu dilakukan terdakwa selama lima tahun, dari 2010 hingga 2015. Bukan itu saja, transaksi lainnya berupa penarikan maupun pindah buku diduga A�dilakukan terdakwa, juga tanpa sepengetahuan nasabah. Selain itu, terdakwa juga dituding menghilangkan atau tidak memasukkan transaksi dalam pembukuan nasabah.

Dari perbuatannya, ada lebih dari 15 nasabah yang menjadi korban. Nominal kerugian yang ditimbulkan dari pencatatan palsu tersebut sekitar Rp 9 miliar.

a�?Atas perbuatannya terdakwa diancam pidana sesuai Pasal 63 Ayat 1 huruf b dan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 21 TahunA� 2008 tentang Perbankan Syariah,a�? kata Huznul Raudah membacakan dakwaan.

Selain dakwaan primer, JPU juga mendakwa Dini dengan Pasal 66 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, untuk dakwaan subsider.

Usai mendengar dakwaan JPU, Ketua Majelis Hakim Didiek Jatmiko mempersilahkan terdakwa untuk memberikan tanggapan. Melalui penasihat hukumnya, terdakwa sepakat akan mengajukan eksepsi. Permintaan terdakwa dikabulkan hakim ketua dan langsung mengagendakan sidang kedua di pekan depan.

Ditemui usai sidang, Zimam Al Haq mengatakan alasannya mengajukan eksepsi, karena ada beberapa transaksi yang menurut pihaknya tidak memberatkan terdakwa. a�?Terkait itu, jadi minggu depan kita eksepsi,a�? kata dia singkat.

Sempat terjadi insiden saat awak media mencoba mengkonfirmasi alasan eksepsi kepada penasihat hukum terdakwa. Orang tua terdakwa sempat mendorong salah satu wartawan yang meliput sidang. Bukan itu saja, orang tua Dini bahkan melontarkan umpatan kepada salah seorang wartawan.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost