Lombok Post
Headline Pendidikan

Yuk, Mulai Wirausaha dari Sekolah!

BAZAR KEWIRAUSAHAAN: Siswa SMAN 4 Mataram menjajakan produk saat bazar kewirausahaan di sekolah, kemarin (8/11).

MATARAMA�– SMAN 4 Mataram ditunjuk menjadi sekolah pengembangan wirausaha oleh Ditjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan. Sekolah pun menggelar kegiatan gebyar kewirausahan di area sekolah.

a�?Setelah lulus siswa bisa berwirausaha. Atau bisa kuliah sambil berwirusaha,a�? kata Kasi Dikmen Dikpora NTB H Muhtadi Hairi saat membuka acara, kemarin (8/11).

Dijelaskan, SMAN 4 Mataram satu dari lima sekolah di NTB yang ditunjuk Ditjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengembangkan anak didiknya berwirausaha.

“Potensi pengembangan kewirausahaan bagi anak didik salah satu usahaA� menyiapkan generasi yang memiliki jiwa wirausaha,” sambungnya.

Saat bazar ada sekitar 25 stand yang menawarkan aneka barang dagangan. Antara lain , makanan ringan, minuman, kerajinan tangan dan lainnya. Di area bazar juga terdapat panggung seni sebagai tempat para siswa menunjukkan kebolehannya dalam berbagai bidang. Seperti menyanyi, pertunjukan seni musik.

Dalam tiga hari siswa menjajakan hasil produk yang dibuatnya dengan kemasan yang cukup menarik. Seperti soto, lalapan, jus, dan makanan ringan lainnya. Tidak ketinggalan juga kerajinan cukli yang menjadi produk andalan sekolah dipasarkan.

Muhtadi berharap, hasil produk siswa ini nantinya dapat terus dikembangkan. Produk ini menjanjikan masuk ke pasar modern karena kemasan yang cukup menarik.

“Saat ini siswa lulusan SMA tidak hanya dituntut kuliah atau bekerja. Melainkan bisa berwirausaha dengan potensi dimilikinya. Sehingga nantinya bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” bebernya.

A�a�?Arahnya program ini untuk mendidik siswa memiliki jiwa wirausaha,a�? tambahnya.

Sementara itu Kepala SMAN 4 Mataram Hj SupraptiA� mengungkapkan, kewirausahaan ini diintegrasikan dalam mata pelajaran.

a�?Kegiatan gebyar kewirausaahaanA� menjadi aksi nyata dari program sekolah,a�? katanya.

Dikatakan, produk dijual para siswa ini modalnya langsung dari sekolah. Dalam satu kelas ini terdapat empat kelompok diberikan modal usaha. Masing-masing kelompok ini beranggotakan enam sampai tujuh anak.

“Mereka diberikan modal maksimal Rp 1,5 juta. Namun siswa hanya berani meminjam Rp 500 ribu,” sambungnya. (jay/r9)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost