Lombok Post
Headline Metropolis

Inspektorat Siap Bantu Kepolisian

transmart
SOROTAN : Pembangunan Transmart masih menjadi sorotan setelah kepolisian turun tangan menyelidiki dugaan belum dikantonginya dokumen izin lingkungan.

MATARAM a�� Dugaan adanya pelanggaran izin dalam pembangunan PT Trans Retail Indonesia (Transmart) di Jalan Selaparang, Sweta Mataram, terus jadi perhatian banyak pihak. Keputusan pihak kepolisian yang ikut menyelidiki perizinan Transmart, membuat dugaan ada yang tidak beres dengan perizinan di Kota makin menguat.

Di lain pihak, ada yang menganggap tidak ada pelanggaran izin dalam pembangunan perusahaan di bawah Transcorp itu. Tetapi, hanya ada sedikit ada persoalan persepsi. Terutama terkait boleh tidaknya proyek mulai dilakukan, hanya dengan mengantongi rekomendasi.

a�?Kami siap membantu APH (Aparat Penegak Hukum), untuk membantu melakukan audit investigasi jika diperlukan,a�? kata Inspektur Inspektorat Kota Mataram Makbul Maksum.

Sejauh ini, melalui audit internal terkait perizinan Transmart, Makbul mengaku belum melihat adanya potensi pelanggaran perizinan. Apalagi, sampai harus menimbulkan kerugian daerah dan negara, karena anggaran sepenuhnya melalui dana investor.

a�?Kami belum melihat adanya pelanggaran,a�? Imbuhnya.

Menurutnya, turunnya kepolisian tentu karena ada laporan yang diterima. Sebab ada dugaan pelanggaran izin Amdal, seperti yang diberitakan beberapa hari ini. Ia mengatakan, pihaknya tidak hanya terbatas pada kerugian materil, tetapi penyalahgunaan wewenang bisa memungkinkan Inspektorat membantu mengungkap dugaan yang ada.

a�?Aturan harus ditegakan. Namun, jika investor sudah melewati proses sesuai prosedur tentu kita harus pastikan juga mereka bisa nyaman berinvestasi di kota ini,a�? tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Mataram I Ketut Sugiartha meminta eksekutif membantu menerangkan persoalan perizinan Transmart yang diduga bermasalah. Jangan sampai hanya karena perbedaan persepsi, lantas meninggalkan kesan investasi di Kota Mataram rumit.

a�?Karena itu, kami sebenarnya berharap ada penjelasan dari eksekutif soal ini,a�? kata Sugiartha.

Jika memang sudah sesuai prosedur, tentu persoalan ini tidak perlu dibuat besar. Sehingga para investor bisa nyaman menanamkan modal di Kota Mataram.

Namun, jika ada aturan yang harus dilengkapi, maka kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi pemerintah. Agar ke depan, bisa lebih tegas dan adil dalam menerapkan aturan bagi para investor.

a�?Tapi saya fikir ini hanya soal persepsi saja. Dari informasi saat ini, kan tidak ada pelanggaran yang dilakukan Transmart,a�? tandasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost