Lombok Post
Metropolis

Korban Meninggal Terus Bertambah

JENAZAH: Beberapa anggota Polri mengangkat peti jenazah TKI korban kapal tenggelam saat tiba di Lombok International Airport, Jumat (11/11). Empat jenazah datang bersamaan. Hingga kemarin, total 17 jenazah TKI asal Lombok telah dipulangkan.

MATARAMA�– Empat jenazah tenaga kerja Indonesia (TKI) korban kapal tenggelam di perairan Batam dipulangkan, kemarin (11/11). Kedatangan jenazah tersebut melengkapi 17 jenazah TKI asal NTB yang telah dipulangkan dari Batam.

Empat jenazah yang dipulangkan kemarin adalah Samsudin 43 tahun asal Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulya, Lombok Timur. Ahmad Suparlan 41 tahun asal Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah,A� Aldi 32 tahun dari Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, dan Antoni 20 tahun asal Dusun Dasan Baru, Desa Tampak Sintung, Kecamatan Batukliang.

Keempat peti jenazah TKI tiba di Lombok International Airport (LIA) sekitar pukul 17.50 Wita menggunakan pesawat Lion Air. Setelah itu, jenazah diantar menggunakan ambulans ke rumah masing-masing dengan pengawalan polisi. Dengan demikian, 17 jenazah TKI asal Lombok sudah dipulangkan semua.

Sahlan, salah seorang keluarga Antoni mengatakan, keponakannya tersebut bekerja di Malaysia selama 1,5 tahun. Bersama Remah bapaknya, Antoni bekerja di perkebunan kepala sawit. Sebelum pulang, korban sempat menelpon pihak keluarga bahwa ia akan pulang namun akan mampir selama dua hari di Batam.

a�?Waktu dia pulang dia mau main-main katanya,a�? tutur Sahlan.

Nahas anak bungsu dari dua bersaudara ini pulang dengan peti jenazah. Ia menjadi salah satu korban meninggal dalam peristiwa kapal tenggelam di perairan Kepulauan Riau, Rabu (2/11). Pihak keluarga pun hanya bisa pasrah. Remah sang bapak sempat menengok mayat anaknya di Batam sebelum dipulangkan.

Di saat bersamaan, Jumat kemarin, jumlah TKI asal NTB yang menjadi korban kembali bertambah. Tiga jenazah kembali teridentifikasi dari Lombok yakni Suhaili 35 tahun asal Selat Air Bawah, Kelurahan Aikberik, Kecamatan Batukliang Lombok Tengah, Usaman 37 tahun asal Lempenge, Desa Lekor Lombok Tengah, dan Irman 47 tahun asal Kalong, Desa Selebung Rembiga, Kecamatan Janapira Lombok Tengah.

Kepala Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) NTB Muharom Ashadi menjelaskan, pukul 11.00 Wita lima jenazah kembali diidentifikasi dari 14 jenazah sisa, tiga di antaranya berasal dari Lombok Tengah, satu orang dari Aceh dan satu dari Lampung. Dengan penambahan tiga orang, maka total korban meninggal asal NTB menjadi 20 orang.

Saat ini BP3TKI masih menunggu hasil identifikasi sembilan jenazah yang masih dalam proses identifikasi petugas di Batam.

a�?Kalau melihat angka sembilan ini, kemungkinannya masih ada, karena ada laporan warga yang belum ketemu keluarganya,a�? katanya.

Hingga saat ini total warga NTB yang sudah diterdata sebanyak 46 orang, terdiri dari 26 orang selamat dan 20 meninggal dunia. Dengan angka ini, bisa diperkirakan jumlah warga NTB di dalam kapal nahas tersebut hampir separohnya dari total 98 penumpang dengan tiga awak kapal. a�?Hampir separuhnya dari jumlah 101,a�? kata Muharom.

Ia mengatakan, pemerintah tentu tidak ingin peristiwa serupa terjadi kembali. Untuk itu ke depan ada beberapa langkah yang akan dilakukan untuk mencegah warga bekerja sebagai TKI non prosedural ke luar negeri.

BP3TKI akan menggalakkan lima hal, pertama melakukan edukasi dan sosialisasi yang lebih intensif ke masyarakat, agar warga bekerja ke luar negeri melalui jalur yang resmi. Sosialisasi ini akan melibatkan tuan guru, masyarakat pesantren, majelis pengajian dan sebagainya.

Kedua akan merangkul mahasiswa dan akademisi, terutama saat mereka melakukan kuliah kerja nyata (KKN) ke desa-desa. Mereka akan dibekali agar bisa memberikan edukasi kepada masyarakat.

Selain langkah persuasif, pihaknya juga akan menempuh upaya penegakkan hukum. BP3TKI akan meminta kepada para penegak hukum agar menindak tegas tekong-tekong yang sudah terindikasi melakukan proses perekrutan TKI secara illegal. Apakah akan dilakukan penegakkan hukum atau pembinaan.

a�?Ini wilayahnya penegak hukumlah,a�? kata Muharom.

Ia menambahkan, BP3TKI belum mengantongi jumlah TKI yang berangkat secara non prosedural ke luar negeri. Tapi yang berangkat secara resmi tahun 2016 ini sebanyak 18.800 orang.

Sementara itu, Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB menunjukkan, jumlah TKI illegal yang dideportasi dari Malaysia hingga Oktober tahun ini mencapai 2.116 orang. Tahun 2015 lalu 2.210 orang, sementara tahun tahun 2014 3.130 orang. (ili/JPG/r8)

Berita Lainnya

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost

Pemkot Optimis Semua Formasi Terisi

Redaksi LombokPost

Lahan Belum Beres, Pemkot Usulkan Rusunawa Nelayan

Redaksi LombokPost

Bukan Gertak Sambal! Ormas Ancam Turun Tertibkan Tempat Maksiat

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post