Lombok Post
Metropolis

Menunggu BRT Mengaspal

macet
KRODIT : Kepadatan arus lalu lintas terlihat di Jalan Langko hingga Jalan Selaparang, kemarin (11/11).

MATARAM a�� Kepadatan transportasi di Kota Mataram semakin tinggi. Macet pun tak bisa dihindari, bahkan sudah jadi pesoalan menahun. Sayang, kabar kapan Bus Rappid Transit (BRT) segera dioperasikan masih belum jelas.

General Manager Perum Damri Kota Mataram Nursyamsu menjelaskan, pihaknya saat ini masih sibuk menyusun Biaya Operasional Kendaraan (BOK).

a�?Masih proses BOKnya,a�? kata Nursyamsu.

Sayangnya, ia belum bisa memberi gambaran persis, berapa anggaran yang dibutuhkan Damri. Seperti rencana sebelumnya, sementara ini, BRT hanya difokuskan untuk melayani transportasi anak sekolah. Belum akan beroperasi penuh, melayani kebutuhan transportasi masyarakat kota.

Nursyamsu sendiri enggan mengestimasi pasti berapa anggaran yang dibutuhkan. Saat ini, antara Damri dengan Dinas Perhubungan provinsi dan kota, masih mencari-cari waktu tepat untuk mulai mengangkut pelajar se Kota Mataram.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram H Sudenom, tidak bisa menutupi rasa khawatirnya. Sebab, sarana penunjang BRT dinilai belum lengkap. Teruama lokasi di mana anak sekolah berkumpul dan dilepas saat pulang.

a�?Makanya di rapat kemarin, saya minta halte ekslusif untuk anak didik,a�? kata Sudenom.

Di satu sisi, ia mengapresiasi pengoperasian BRT. Selain dapat memecah kemacetan kota, juga dapat mengurangi pengeluaran orang tua untuk transport anak-anaknya. Namun, jika program ini dipaksakan berjalan bulan ini, dikhawatirkan prematur.

a�?Saya khawatirnya, karena halte belum tersebar merata,a�? ungkapnya.

Dampaknya anak-anak sekolah, naik a�� turun BRT di tempat yang terlalu jauh dari lokasi sekolah dan rumahnya. Belum lagi, jika halte sudah dibuat, tentu kawasan itu bisa menjadi tempat parkir dadakan bagi orang tua yang harus menjemput anaknya, karena lokasi rumah masih jauh.

a�?Iya kita dukung (program ini) tapi, kami juga harus pastikan keamanan anak didik kami,a�? tukasnya.

Dalam rapat koordinasi sebelumnya, ia sebenarnya sudah meminta agar anak-anak sekolah dibuatkan sejenis kartu elektrik. Kartu itu diharapkan hanya dapat digunakan, saat siswa, sampai tujuan. Sehingga meminimalisir, anak-anak keluyuran setelah pulang sekolah. Selain itu, konten hiburan di dalam bus, juga harus edukatif.

a�?Kalau terkait alamat siswa, belum ada permintaan. Tetapi kalau Dishub butuh itu, bisa lihat Dukcapil,a�? tandasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Uang Nomor Dua, Paling Penting Lingkungan Bebas Sampah

Redaksi LombokPost

Cabikan Distorsi Mohan Bikin Geger!

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Bangunan Tua Itu Perlu Direnovasi

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post

Pintu Beasiswa Eropa Terbuka Lebar untuk Pelajar NTB

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Lombok Belum Stabil

Redaksi Lombok Post

Akhirnya, Revisi Perda RTRW Sah!

Redaksi Lombok Post

Dompet PNS Makin Tebal, Pemkot Siapkan Rp 363 Miliar

Redaksi Lombok Post