Lombok Post
Giri Menang

Pajak Parkir Belum Maksimal

Pajak
Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (PPKD) Lobar Hj Baiq Lale Prayatni

GIRI MENANG – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) harus berpikir ulang terkait pengelolan pajak parkir. Alasannya, pemasukan pajak parkir untuk pendapatan asli daerah (PAD) tidak sebanding dengan potensi parkir yang ada.

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (PPKD) Lobar Hj Baiq Lale Prayatni mengakui, potensi pajak parkir di Lobar belum tergarap maksimal. Karena itu, Lale mengatakan 2017 mendatang pihaknya akan melaksanakan penertiban.

a�?Potensi parkir kita sebenarnya cukup besar, tapi memang belum tergali secara keseluruhan,a�? aku Lale dikonfirmasi Lombok Post, kemarin (11/11).

Dari data yang masuk di PPKD Lobar, setoran pajak parkir per 4 November 2016 baru Rp 92. 423. 100. Anehnya lagi, itu hanya bersumber dari satu wajib pajak (WP) yakni Mall Lombok City Center (LCC).

Sementara potensi pajak parkir lainnya, seperti perhotelan, perbangkan, supermarkaet, dan pertokoan belum tersentuh sama sekali oleh pajak parkir.

a�?Karena memang selama ini, tidak ada target khusus. Syukur-syukur orang mau bayar,a�? sesal Lale.

Lale menjelaskan, penerimaan daerah dari sektor parkir, terdiri dariA�pajak parkir dan retribusi parkir. Pajak parkir dipungut dari kegiatanA�pemungutan uang parkir, di luar badan jalan.

Luar badan jalan ini diartikan, lahan parkirA�tersebut berada di halaman toko. Baru akanA�dikenakan pajak parkir, bila pemilik toko tersebut memungut uang pakir.

Sedangkan retribusi parkirA�dipungut dari kegiatan pemungutan parkir di badan jalan umum dan tepi jalan khusus. Retribusi parkir ini dikelola oleh Dishubkominfo Lobar.

Data PPKAD, menunjukkan retribusi parkir di Lobar per tanggal 4 November sudah menyentuh Rp 111. 324.000.

a�?Kita hanya menangani pajak, yang diperoleh dari tempat tertentu seperti minimarket. Sedangkan untuk parkir di tempat umum, seperti pasar merupakan retribusi dikelola oleh Dishubkominfo,a�? jelasnya.

Soal regulasi yang mengatur pajak parkir, sudah tercantum dalam Perda pajak dan Perda jasa umum (retribusi). Namun selama ini, Pemkab Lobar masih setengah hati menggarap potensi yang ada.

Ini terlihat, dari setiap tahunnya tidak ada target khusus dari pajak parkir oleh Pemkab Lobar.A� Beda halnya dengan retribusi parkir. Karena itu, PPKD Lobar tahun 2017 mendatang sudah menargetkan, realiasi pajak parkir senilai Rp 207 juta lebih. (zen/r3)A�

Berita Lainnya

Perawatan Jalan Memang Tak Maksimal

Redaksi LombokPost

Dekat PLTU, Jalur ke Jeranjang Malah Gelap Gulita

Redaksi LombokPost

Tekan Kemiskinan, Eksekutif dan Legislatif Harus Bersinergi

Redaksi LombokPost

Calon PNS Siapkan Diri, Tes SKB Digelar Sehari

Redaksi LombokPost

Jaspel Puskesmas Gunungsari Tersumbat

Redaksi LombokPost

Hotel di Senggigi Mulai Bangkit

Redaksi LombokPost

Empat Bulan Tersiksa di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Giliran Warga Langko Gedor Kantor Desa

Redaksi LombokPost

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost