Lombok Post
Giri Menang

Sembunyi-Sembunyi hingga Kebut-Kebutan

f-bok
JANGAN DICONTOH: Dua pelajar berboncengan tanpa mengenakan pelindung kepala di kawasan Desa Beleka, kemarin (11/11).

Membolos di kalangan pelajar bukanlah fenomena baru di Lombok Barat. Pihak sekolah hingga dinas terkait bukannya tidak tinggal diam. Namun prilaku membolos masih saja terjadi.

***

BOLOS bukanlah hal yang baru bagi pelajar. Pelakunya bukan hanya pelajar laki-laki, tapi juga pelajar perempuan.

Banyak alasan mereka membolos. Mulai dari terlambat datang ke sekolah. Ada juga yang sekadar menghilangkan rasa penat dari proses belajar mengajar di sekolah.

Seperti Andi (bukan nama sebenarnya) pelajar yang ditemukan Koran ini membolos bersama rekannya di samping SMK PP Lobar. Koran ini sempat menanyakan alasan mereka membolos. Andi mengaku memilih membolos karena terlambat ke sekolah.

a�?Pintu gerbang sekolah ditutup. Gimana mau sekolah,a�? jawabnya dengan nada cukup tinggi.

Andi bersama empat rekannya membolos dengan dalih takut jika pulang ke rumah dimarahi orang tuanya. Mereka lantas memilih menunggu jam pulang dengan nongkrong di tempat-tempat yang sepi.

Aksi pelajar membolos ini sebenarnya membuat risih masyarakat. Apalagi ada di antara pelajar yang membolos ini melakukan aksi kebut-kebutan di jalan. Bahkan tanpa mengenakan pelindung kepala. Sehingga jelas membahayakan diri mereka sendiri dan orang lain.

a�?Ada juga pelajar yang mengganti pakaian seragam agar tidak ketahuan membolos,a�? ungkap seorang warga.

Kasat Pol PP Lobar Bq Yeni S mengaku fenomena pelajar membolos ini sudah cukup mengkhawatirkan. Terbukti, setiap kali anggotanya melakukan patroli, tetap saja menemukan pelajar yang membolos.

a�?Sebenarnya petugas kami setiap hari melakukan patroli. Sudah banyak yang ketangkap, tapi tetap saja mereka tidak jera,a�? imbuhnya.

Untuk mengantisipasi pelajar membolos, Dikbud Lobar merangkul Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP). Pelajar yang ketangkap dalam operasi razia, diberikan pembinaan oleh satpol PP.A� Kemudian membuat surat perjanjian. Baru akhirnya dikembalikan ke sekolah.

Sayangnya, upaya itu terkesan formalitas. Seperti angin lalu, tanpa bekas. Para pelajar bukannya takut dan jera. Mereka malahA� tetap membolos.

Perilaku membolos pelajar ini harus segera dicarikan solusi. Bagaimanapun para pelajar ini adalah generasi masa depan. Perilaku mereka jelas, salah. Karena itu, pihak terkait harus lebih serius lagi. Bila perlu lakukan cara yang lebih tegas lagi agar mereka jera. (MUHAMMAD ZAINUDDIN, Giri Menang./r3)

Berita Lainnya

Perawatan Jalan Memang Tak Maksimal

Redaksi LombokPost

Dekat PLTU, Jalur ke Jeranjang Malah Gelap Gulita

Redaksi LombokPost

Tekan Kemiskinan, Eksekutif dan Legislatif Harus Bersinergi

Redaksi LombokPost

Calon PNS Siapkan Diri, Tes SKB Digelar Sehari

Redaksi LombokPost

Jaspel Puskesmas Gunungsari Tersumbat

Redaksi LombokPost

Hotel di Senggigi Mulai Bangkit

Redaksi LombokPost

Empat Bulan Tersiksa di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Giliran Warga Langko Gedor Kantor Desa

Redaksi LombokPost

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost