Lombok Post
Headline Praya

Suhaili Minta Gaji Kades Dipotong

bupati lombok tengah hm-suhaili-ft

PRAYA – Tenyata, tidak semua Badan Keamanan Desa (BKD) di 127 desa, di Lombok Tengah (Loteng) aktif bertugas dengan baik. Terlebih mereka tidak koordinasi dengan Babinkamtibmas, Babinsa dan Satpol PP, apalagi pemerintah desa.

a�?Itu yang terjadi di desa kami. Sehingga, saya ingin melakukan perbaikan,a�? kata Kepala Desa (Kades) Serage, Praya Barat Daya Mese pada Lombok Post, kemarin (11/11).

Berbicara keamanan, kata Mese Desa Serage sudah mulai aman, tidak seperti dulu, yang dikenal rawan. Hanya saja, keamanannya perluA� ditingkatkan lagi, melalui peran aktif BKD. Caranya, dengan melaksanakan ronda secara rutin. a�?Memang tidak semua desa, yang aktif BKDnya,a�? cetus Camat Pujut Lalu Wiraksa, terpisah.

Kendati demikian, tekan Wiraksa tugas kadeslah yang harus mendorong mereka, agar melaksanakan fungsi sebagaimana mestinya. Bukan sebaliknya, dibiarkan begitu saja. Dengan cara, mengalokasikan anggaran desa, untuk kebutuhan operasional mereka masing-masing, dari seragam, hingga urusan insentif tiap bulannya.a�?Bila perlu, kurangi gaji kades selama 12 bulan saja, untuk kebutuhan operasional para BKD itu,a�? kata Bupati HM Suhaili FT, terpisah.

Jika disepakati, harap Suhaili maka mulai awal tahun 2017 mendatang, kebijakan itu sudah diterapkan di 127 desa di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Pemotongan gaji kades tersebut, diperuntukkan bagi operasional BKD. Sedangkan, untuk pembangunan pos ronda dan urusan teknis lainnya, dianggarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD).

a�?Bagaimana pun caranya, wilayah kita harus aman dan itu dimulai dari desa. Karena jika aman, maka pembangunan berjalan lancar. Begitu pula sebaliknya,a�? seru Suhaili.

Agar tugas Kamtibmas itu berjalan sukses, tambah Suhaili perbaikan dan pembenahan juga tidak saja diberlakukan kepada BKD, yang dianggap tidak aktif. Melainkan, Satpol PP yang ditugaskan di masing-masing desa, sebanyak dua orang. Mereka harus memiliki kualitas sumberdaya manusia yang mumpuni.

a�?Ini masak ada Satpol PP yang tidak tahu apa tugas dan fungsinya. Maunya berkantor di kantor desa saja,a�? sindir Ketua DPD I Golkar NTB tersebut.

Mereka, tekan Suhaili memiliki tugas dan fungsi yang sama, seperti Babinkamtibmas dan Babinsa. Mereka harus berada di tengah-tengah masyarakat, menjaga Kamtibmas. a�?Selain itu, saya minta agar setiap masalah di tingkat desa, jangan cepat-cepat di bawa ke kabupaten. Selesaikan, terlebih dahulu di tingkat desa,a�? serunya.(dss/r2)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost