Lombok Post
Kriminal

Lobster NTB Diselundupkan Lewat Bali

AKBP Edwin Rachmat Adikusumo
AKBP Edwin Rachmat Adikusumo

MATARAM – Pasar Asia, memiliki minat tinggi terhadap bibit lobster dari perairan NTB. Inilah yang menjadi pemicu, banyaknya penyelundupan bibit lobster ke luar negeri.

Modus penyelundupan, biasanya melalui nelayan yang menjual bibit lobster kepada pengepul. Selanjutnya, bibit lobster yang telah berada di pengepul, akan dijual kembali kepada eksportir.

Untuk wilayah Lombok, pengepul bibit lobster lebih banyak berada di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Biasanya, bibit lobster yang didapat pengepul di KLU lebih banyak disuplai nelayan asal Pulau Sumbawa.

a�?Ada satu wilayah di KLU, hampir semuanya jadi pengepul. Mereka cari makan dari lobster. Jadi kalau ada orang asing masuk, mereka bisa langsung curiga,a�? kata Direktur Direktorat Polisi Perairan (Dirpolair) Polda NTB Kombes Pol Edwin Rachmat Adikusumo, kemarin (14/11).

Edwin menjelaskan, pengepul mempunyai jaringan langsung kepada setiap ekportir. Untuk wilayah Lombok, sebelum bibit lobster dikirim keluar negeri, pengepul lebih dulu mengirimnya ke eksportir di Bali.

a�?Berdasarkan permintaan pasar luar negeri, ada jaringannya mereka,a�? kata dia.

Namun tidak semua pengepul bisa masuk ke Bali. Mereka hanya mau menerima bibit lobster dari pengepul yang telah dipercaya. Bahkan, eksportir akan menolak jika ada orang A�yang belum dikenal, datang menjual bibit lobster. Meski dengan jumlah banyak.

a�?Nanti ada penyamaran dari aparat, takut mereka. Ada sumber yang dipercaya, sudah ada pengepul-pengepul yang dipercaya,a�? ungkap dia.

Mengenai jumlah bibit lobster yang dijual ke eksportir di Bali, Edwin tidak dapat memastikannya. a�?Jumlah pastinya kurang tahu, tapi yang jelas sekali pengiriman dari pengepul itu bisa puluhan ribu bibit lobster. Eksportir di Bali juga tidak mau menerima dalam jumlah sedikit,a�? sambungnya.

Ketika bibit lobster telah berada di tangan eksportir di Bali, merekalah yang akan menentukan negara tujuan pengiriman. Namun, para eksportir ini biasanya, mendapat permintaan bibit lobster di negara-negara Asia.

a�?Kalau soal illegal fishing, dari dulu itu tujuannya ya Hongkong dan Singapura yang paling dominan,a�? ungkapnya.

Masifnya penyelundupan lobster, tidak dibantah. Menurut dia, pasar Asia memang mengakui, bahwa bibit lobster dari NTB merupakan yang terbaik. Harga jualnya tinggi dengan kualitas yang bagus, jadi alasannya.

Karena nilai jual bibit lobster yang tinggi, banyak nelayan memilih untuk memburu lobster, dibandingkan dengan mencari ikan. a�?Nelayan yang cari ikan, nilainya tidak seimbang dengan ongkos melaut. Berbanding terbalik dengan kalau mereka mencari lobster,a�? jelas dia.

Langkah penegakan hukum, telah dilakukan jajarannya. Hanya saja, kepolisian berada pada posisi dilematis, di satu sisi mereka harus menindak pelanggaran. Sedangkan di sisi lain, belum ada solusi bagi nelayan yang kerap mengambil bibit lobster.

a�?Kita juga dilematis, sekarang masyarakat mencari makan disana, kita tindak tegas, tapi tidak ada solusi untuk mereka dari pemerintah,a�? tandasnya.(dit/r2)

 

Berita Lainnya

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost

Absen Kerja, Sukatra Ditemukan Tak Bernyawa

Redaksi LombokPost

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost