Lombok Post
Tanjung

PKK Akan Ikut Berantas Merariq Kodeq

BOKS GR 10
Ketua TP PKK Lombok Utara Rohani Najmul Akhyar saat menyerahkan kunci rumah kepada Inaq Atmah usai direhab beberapa waktu lalu.

TANJUNG – Tidak bisa dipungkiri merariq kodeq (pernikahan dini) di NTB termasuk Lombok Utara masih tinggi. Hal ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah daerah. Buktinya, TP-PKK Lombok Utara juga akan ikut berkontribusi mengurangi angka pernikahan dini ini.

Ketua TP-PKK Lombok Utara Rohani Najmul Akhyar mengungkapkan, tahun 2017, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah program. PKK berkolaborasi dengan BPM PP KB Pemdes, P2TP2A, dan LPA Lombok Utara. a�?Ini kami lakukan untuk mengurangi secara signifikan angka menikah dini,a�? ujarnya.

Dijelaskan, salah satu program yang akan dilakukan adalah teknologi informasi (IT) sehat. Program ini bertujuan memberikan pemahaman penggunaan IT yang sehat dan bisa menyaring apa yang dilihat anak-anak. Karena tidak bisa dipungkiri teknologi saat ini sedang berkembang pesat. Bahkan hampir setiap anak usia sekolah sudah menggunakan sarana IT seperti handphone.

a�?Orang tuanya juga diberi pelatihan. Karena selama ini orang tua dianggap masih gaptek daripada anak-anaknya sehingga tidak bisa mengawasi penggunaan IT,a�? paparnya.

Menurut Rohani, banyak dampak negatif yang timbul dari pernikahan usia dini ini. Seperti meningkatkan angka kematian pada bayi dan ibu. Ini karena belum berkembangnya organ kesehatan ibu.

Selain itu, secara kesejahteraan juga akan kecil. Karena pasangan yang menikah muda belum tentu bisa mencari nafkah sendiri, mapan dan belum memikirkan masa depan secara matang. a�?Saya ibaratkan buah, jika dipetik belum waktunya dipetik maka akan kecut,a�? katanya.

Lebih lanjut, Rohani mengungkapkan, penyebab pernikahan dini yang paling tinggi adalah perkembangan teknologi. Hal ini menepis anggapan pernikahan dini terjadi karena faktor adat di Lombok ini. Misalnya, anak yang tidak pulang lebih dari satu hari maka harus dinikahkan atau ada anak ditemukan berduaan dalam satu lokasi. a�?Pengaruh adat ini tidak seberapa dibandingkan perkembangan IT. Saat ini kontrol orang tua sudah berkurang, anak terkesan lebih bahagia bersama ponselnya daripada orang tua,a�? tandasnya.

Terpisah, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak BPM PP KB Pemdes Evi Winarni mengungkapkan, dari konservasi data PUS (Pasangan Usia Subur) di bawah 19 tahun dan persalinan usia remaja menghasilkan data mencengangkan. Pernikahan anak di Kecamatan Pemenang sebanyak 104 kasus, Tanjung 277 kasus, Gangga 112 kasus, Kayangan 477 kasus, dan Bayan 1.019 kasus. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost