Lombok Post
Headline Politika

Dewan Minta BI Rajin Sosialisasi

TERAWANG: Seorang pemuda tengah menerawang uang pecahan Rp 5 ribu untuk melihat jelas logo BI di uang tersebut

MATARAM – Beredar pemberitaan di media sosial mengenai logo Bank Indonesia (BI) di mata uang rupiah yang menyerupai logo partai politik (parpol) terlarang. Logo tersebut diduga mirip seperti A�palu dan arit.

Hal ini menyebabkan munculnya multitafsir di masyarakat. Apakah ada kaitan BI dengan parpol tersebut. Ada juga yang meragukan keaslian uang yang beredar dengan logo tersebut. a�?BI sebagai mitra kami, tentu turut prihatin terhadap logo BI yang menimbulkan multitafsir. Dianggap mirip dengan logo satu parpol terlarang di negeri ini,a�? kata anggota Komisi XI DPR RI H Willgo Zainar, kemarin (15/11).

Namun ia meyakini, itu adalah salah satu teknik alat pengamanan uang kertas rupiah sebagai pembeda uang kertas asli dan uang palsu. Sehingga ia menegaskan tidak ada hubungannya dengan yang dikhawatirkan masyarakat selama ini. a�?Logo mirip palu arit itu adalah high tech security printing yang susah ditiru,a�? jelas Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini.

Teknik itu disebut Rectoverso. Selain teknik tersebut, beberapa unsur pengaman lain yang terdapat dalam uang rupih adalah tanda air, benang pengaman, tulisan mikro, tinta berubah warna, dan gambar tersembunyi.

Dengan memahami unsur-unsur keamanan dalam uang, kata dia, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengenali keaslian rupiah.

DPR RI juga mengimbau BI untuk menyerap aspirasi masyarakat yang berkembang saat ini. Agar bentuk logo BI pada uang kertas dapat jelas dan tidak menimbulkan multitafsir pada publik.

Terpisah, Kepala BI Kantor Perwakilan NTB Prijono menegaskan, informasi atau penafsiran tersebut tidaklah benar. Dalam melaksanakan tugas pokok di bidang pengedaran uang, BI senantiasa berupaya agar uang rupiah yang dikeluarkan dan diedarkan memiliki ciri pengaman yang cukup mudah dikenali masyarakat. Sekaligus melindungi uang dari unsur pemalsuan.

a�?Unsur pengaman ini secara terus menerus telah disosialisasikan oleh BI ke seluruh wilayah NKRI,a�? katanya.

Rectoverso, lanjutnya, salah satu unsur pengaman yang ada dalam uang rupiah dengan gambar saling isi. Unsur pengaman ini telah digunakan BI sejak tahun 1995. Rectoverso adalah suatu teknik cetak khusus pada uang kertas yang membuat sebuah gambar berada diposisi yang sama dan saling membelakangi di bagian depan dan belakang.

Apabila dilihat tanpa diterawang, kata Prijono, gambar akan terlihat seperti ornamen yang tidak beraturan. Namun bila diterawang, Rectoverso akan membentuk sebuah gambar yang utuh. a�?Rectoverso tidak dirancang membentuk simbol lain selain lambang BI,a�? tutupnya. (ewi/r7)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost