Lombok Post
Praya

Korban Enggan Menikah Dengan Pelaku

MENUNJUKKAN: Korban pencabulan HM (membelakangi kamera), saat menunjukkan saat menunjukkan tempat terjadinya pencabulan terhadap dirinya beberapa waktu lalu.

Tepat 1 Oktober lalu, HM (inisial-red) korban dukun cabul diketahui hamil enam bulan. Namun demikian korban enggan menikah dengan pria yang diduga mencabulinya itu.A�

***

APAKAH A�bayi di dalam perut HM perampuan atau laki-laki, keluarga tidak terlalu memperdulikannya, yang penting korban dan anaknya tersebut sehat. Keluarga enggan membuka pintu maaf bagi terduga pelaku inisial MZ. Karena, beberapa kali keluarga menawarkan untuk menikahi korban.

Namun, pria 40 tahun itu tidak berani melangkah terlalu jauh, karena terbentur larangan istri dan modal pernikahan. Alhasil, terduga pelaku diseret ke polisi. Sayangnya, polisi malah melepas pelaku, dengan alasan ada pengajuan penangguhan penahanan dari aparatur desa setempat.

Selama menghirup udara segar, korban mengaku sering bertemu dengan terduga pelaku. Kebetulan, kediaman mereka berdekatan. a�?Terkadang saya disapa, tapi saya marah,a�? cetus MH.

Kondisi semacam itu pun, membuat keluarga khawatir. Karena, takutnya korban malah terpukul, hingga mengalami goncangan psikis. Apalagi, korban tengah hamil enam bulan. a�?Kok bisa pelaku seenaknya berkeliaran. Tolong pak polisi, berpihaklah kepada korban,a�? ujar sejumlah keluah keluarga.

Bagi MH, kejadian yang menimpanya di kamar mandi belakang rumahnya itu, sulit dilupakan. Ia kini berharap menemukan keadilan yang sesungguhnya. Kendati keluarga sudah melakukan mediasi, ia mengaku menolak dinikahi dengan pelaku.

SebelumnyaA� ia diketahui hamil, begitu keluarga mencurigai korban beberapa bulan tidak datang bulan. Keluarga pun memutuskan untuk mengecek kondisi kesehatannya ke bidan dan dokter, pada 1 Oktober lalu.

Begitu mendengar berita, bahwa korban hamil. Sontok keluarga terkaget dan marah. Karena, mereka merasa korban sejak lulus sekolah dasar (SD), hingga dewasa tidak pernah punya pacar. a�?Kok tiba-tiba hamil,a�? ujar kakak korban Piani.

Setelah ditelusuri, korban akhirnya mengaku. Ternyata, anak di dalam perutnya itu, merupakan hasil perbuatan sang dukun cabul. a�?Kami minta perlindungan hukum. Kami ini memang orang desa, orang bodoh dan tidak paham hukum,a�? ujar Piani yang terlihat matanya berkaca-kaca.(Dedi Shopan Shopian a�� Praya/r2)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Hujan Datang, Longsor Mengancam

Redaksi LombokPost

Anggaran Tidak Terduga Tetap Tersedia

Redaksi LombokPost

PAD Bocor, Pemkab Libatkan BPK

Redaksi LombokPost