Lombok Post
Sportivo

Tak Dipertandingkan di Porkot, Pelatih BMX Protes

LATIHAN: Atlet BMX sedang latihan di sirkuit GOR 17 Desember, Turida, Mataram, beberapa waktu lalu.

MATARAMA�– Pekan Olahraga Kota (Porkot) Mataram telah bergulir. Pada event tersebut ada 25 cabor yang dipertandingkan.Namun, dari seluruh cabor yang dipertandingkan, cabor BMX tak masuk dalam event dua tahunan itu. Dengan hal itu, pelatih BMX Junaidi yang membawa NTB ke PON XIX/2016 Jawa Barat memprotes penyelenggara Porkot.A� a�?Saya sudah tanyakan langsung ke panitianya. Kenapa BMX tidak diselenggarakan,a�? kata Junaidi.

Padahal kata dia, ajang porkot ini akan dijadikan sebagai salah satu untuk menjaring atlet berprestasi. Mengingat generasi atlet BMX di NTB ini berkurang. a�?Saya perihatin dengan keadaan BMX di NTB ini. makanya saya coba pertanyakan langsung,a�? ungkapnya.

Sebelumnya kata pria yang akrab disapa edet itu pernah mempertanyakan hal serupa kepada Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Mataram. Namun, mereka tidak pernah menanggapi. a�?Saya merasa kecewa sebenarnya,a�? ujarnya.

Saat ini, NTB baru memiliki dua atlet I Gusti Bagus Saputra dan Regina Patricia Punie yang dianggap berpotensi berprestasi. Namun, menurutnya, proyeksi kedua atlet menuju level nasional akan tertinggal dengan daerah lain. a�?Potensi mereka belum ada apa-apanya,a�? jelasnya.

Edet mengatakan, NTB masih disegani oleh daerah lain. Namun, pengurus ISSI sendiri tidak pernah meningkatkan keseganan itu. a�?Susah kita maju kalau keadaannya seperti itu,a�? kata Edet.

Untuk itu, perlu adanya koordinasi semua pihak. Agar, cabor BMX ini bisa berprestasi lebih besar lagi. a�?Ini sudah terlanjur. Sehingga, biarkan berjalan. Apa maunya ISSI saat ini, sama saja mematikan prestasi BMX,a�? ungkapnya.

Ketua Pengprov ISSI NTB Ilyas juga menyayangkan cabor BMX tak dipertandingkan di Porkot. Padahal, cabor tersebut sudah menorehkan prestasi pada PON Jabar dan Sea Games. a�?Sangat disayangkan sekali BMX tak dipertandingkan,a�? ujarnya.

Padahal, melalui event tersebut, akan dijadikan sebagai salah satu penjaringan generasi atlet. Agar, generasi atlet bisa terwujud dengan berkelanjutan.

Seharusnya, untuk menjaring atlet itu harus dilihat dari tingkatan event paling bawah. Karena, melalui event itu, pelatih bisa memantau kemampuan atlet.

Ilyas mengungkapkan, sebenarnya ia tidak berkapasitas untuk mengomentari. Tapi, karena, cabor BMX tidak dipertandingkan pada porkot, membuatnya angkat bicara. a�?Sayang jika generasi atlet terputus,a�? ungkapnya.

Terpisah, Ketua ISSI Kota Mataram Basuki Tri Hermanto mengatakan, pihak memutuskan untuk tidak mempertandingkan cabor BMX, karena Mataram sudah memiliki atlet bagus. Sehingga, BMX tidak perlu dipertandingkan lagi pada ajang porkot. a�?Kita sudah punya juara PON Jabar. Jadi tidak perlu kita cari atlet lagi,a�? ungkapnya.

Herman menjelaskan, event porkot ini diselenggarakan untuk mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Untuk itu, yang menjadi prioritas adalah untuk menjaring atlet yang dianggap memiliki prestasi kedepan.

Sehingga kata dia, ISSI memutuskan untuk mempertandingkan dua cabor dibawah naungan ISSI. Yakni, balap sepeda Down Hill dan balap sepeda road.

a�?Kita targetkan dua cabor itu bisa memberikan medali emas di Porprov nanti,a�? ungkapnya. (arl/r1)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post