Lombok Post
Sumbawa

Polisi Bongkar Penimbunan Tabung Elpiji Bersubsidi

GEREBEK : Tampak puluhan tabung gas tiga kilogram bersubsidi yang diamankan oleh Tim Buser di Mapolres Sumbawa

SUMBAWA – Tim Buser Polres Sumbawa melakukan penggerebekan di sebuah gudang di kawasan Blok M, Kelurahan Seketeng, Selasa (15/11) pukul 16.00 Wita. Dalam penggerebekan ini, Tim Buser Polres Sumbawa mengungkap lokasi penimbunan gas elpiji 3 kg.

Penjualan atau pendistribusian puluhan tabung gas ini tidak berizin. Terlebih lagi tabung gas tersebut bersubsidi dan seharusnya dibagikan secara gratis untuk masyarakat tidak mampu. Namun kenyataannya gas tersebut diperjualbelikan.

A�Menurut informasi, Tim Buser sudah mendapat informasi mengenai lokasi penimbunan tabung gas elpiji ini. Untuk memastikannya, tim melakukan penyelidikan di lapangan. Tak berselang lama muncul seseorang masuk ke tempat penimbunan tersebut dan keluar membawa tiga tabung gas. Saat itulah penyergapan dilakukan. Ternyata orang tersebut adalah pelanggan. Bersama lebih dari 100 tabung gas tiga kilogram, pemiliknya berinisial B digelandang ke Polres Sumbawa.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Elyas Ericson A�mengatakan, tabung gas tersebut diamankan karena diduga pendistribusian ataupun penjualannya tidak memiliki izin. Untuk sementara, pemilik tabung gas akan dimintai keterangan. Akibat perbuatannya, pemilik tabung gas berinisial B diduga melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas.

Secara terpisah, B yang ditemui di halaman Polres Sumbawa mengakui jika dia tidak mengantongi izin penjualan gas elpiji tiga kilogram tersebut. Dia menuturkan, sebelumnya dia pengusaha minyak tanah dengan izin lengkap. Karena mendengar ada program konversi minyak tanah ke elpiji, B mencoba peruntungan. ”Sebenarnya saya mau urus izin, tapi ribet karena prosesnya panjang dan lama,” ujarnya.

Dengan mendapatkan suplai dari Mataram, B kemudian mengumpulkan tabung gas bersubsidi tersebut. Hal ini dilakukan untuk bersiap-siap ketika program konversi itu diberlakukan di Sumbawa. Namun dalam perjalanannya, permintaan masyarakat terhadap gas khususnya ukuran tiga kilogram ini cukup tinggi. Akhirnya B memutuskan untuk menjualnya kepada masyarakat. Gas ini dijual kepada masyarakat dengan harga Rp 35 ribu sampai Rp 38 ribu per tabungnya. B mengaku pasrah dan akan mengikuti proses hukum yang berlaku. (run/r4)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya