Lombok Post
Headline Metropolis

Tagih Janji Pengusaha!

bangunan
AKHIRNYA NURUT: Salah seorang pengusaha pemilik bangunan ruko yang menandatangani kesiapan merubah konstruksi sebagian bangunannya yang menyalahi ketentuan area publik, Selasa (15/11).

MATARAM – Ramai-ramai menandatangani surat kesiapan mengubah sendiri konstruksi bangunannya dilakukan sejumlah pengusaha sejak Selasa (15/11) lalu. Di atas kertas bermaterai, mereka menyanggupi mengubah sebagian bangunan yang menyalahi aturan.

“Kita akan tagih janji para pengusaha pemilik ruko pelanggar aturan itu,a�? kata Kadis Tata Kota Mataram HL Junaidi.

Menurutnya, kesiapan merubah sendiri fisik yang menyalahi aturan harus diikuti aksi nyata. Dalam surat yang ditandatangani ada tenggat hingga satu pekan yang diberikan untuk segera memperbaiki diri. Jika tidak, ia mengancam akan kembali mengerahkan alat berat untuk bertindak.

“Kami hargai kesediaan mereka, tapi tolong ini (kesepakatan, Red) dijalankan,a�? pintanya.

Menurut Junaidi, sikap pemerintah sebenarnya sudah sangat lunak. Berulang kali memberi teguran, kembali mengalah ketika pengusaha meminta kelonggaran. Bahkan menunda eksekusi dengan dasar surat pernyataan.

Namun ia menekankan hal tersebut tak berarti Pemerintah Kota Mataram lembek dalam menerapkan aturan. a�?Kami kedepankan cara yang paling manusiawi,a�? sambungnya.

Sesuai jadwal yang telah dibuat, hari ini rencananya operasi penertiban akan kembali dilakukan. Setelah Jalan Pejanggik, operasi kali ketiga sepanjang tahun ini menyasar Jalan Sriwijaya.

Kabid Pengawasan Bangunan, Dinas Tata Kota Mataram Suparman mengemukakan, semua persiapan sudah dilakukan, dan tinggal menunggu eksekusi. “Sama seperti sebelumnya, kita akan bergerak menyusuri satu demi satu pelanggar aturan,a�? ujarnya.

Tak bergerak sembarangan, tim lanjutnya sudah mendata terlebih dahulu bangunan-bangunan yang dianggap menyimpang. Mereka juga sudah melalui proses teguran yang berlaku, sehingga tak ada lagi alasan untuk tidak melakukan penindakan.

“Pesan saya untuk semua pelanggar, yang sudah disurati atau pun belum, sadarlah,a�? katanya.

Secara sederhana ia mengatakan seluruh area parkir di depan ruko adalah area publik. Kawasan tersebut tak boleh lagi dimanfaatkan pengusaha pemilik ruko.

Apapun bentuk pemanfaatan itu, mulai dari menambah luasan area berjualan, menjadikan area parkir untuk memajang aneka barang, menutup akses pengendara dengan membuat pembatas semisal tembok atau gerbang, menjadiakan area parkir sebagai tempat menaruh genset, semuanya termasuk terlarang.

Bahkan menggunakan tiang untuk atap penahan panas juga tak dibenarkan. a�?Caranya pakai tali sling yang diikat, bukan buat tiang,a�? tukasnya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost